Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

Daftar 17 Titik Baru BBM Satu Harga, Mulai Aceh hingga Papua

Pemerintah meresmikan 17 titik baru lokasi BBM satu harga pada Kamis, 16 September 2021.

17 September 2021 | 08.43 WIB

Petugas bersiap melayani warga pada peresmian SPBU Modular di Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Perbesar
Petugas bersiap melayani warga pada peresmian SPBU Modular di Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah meresmikan 17 titik baru lokasi BBM satu harga pada Kamis, 16 September 2021. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dengan hadirnya titik tersebut, BBM satu harga telah menjangkau 297 lokasi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Adapun sebanyak 287 titik di antaranya dikelola oleh PT Pertamina (Persero). “Tujuh belas titik BBM satu harga terbaru bisa menjadi pendorong agar kerja sama Pertamina dengan ESDM dan BPH Migas bisa ditingkatkan lagi sehingga masyarakat di pelosok bisa mendapatkan BBM dengan harga yang wajar,” ujar Arifin dalam keterangannya dikutip Jumat, 17 September 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Titik-titik baru BBM satu harga tersebar dari Aceh sampai Papua. Secara rinci, lembaga penyalur BBM satu harga tersebut menjangkau satu lokasi di Aceh, satu lokasi di Riau, satu lokasi di Sumatera Selatan, satu lokasi di Nusa Tenggara Barat. Kemudian, dua lokasi di Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Timur, tujuh di Kalimantan Barat, satu di Papua Barat, dan dua di Papua.

BBM satu harga merupakan program untuk menyeragamkan tarif bahan bakar. Program yang dimulai sejak 2017 itu digadang-gadang bakal memperkuat ekonomi daerah. Arifin mengatakan pihaknya akan terus menambah stasiun BBM satu harga sampai akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Sampai 2024, pemerintah menargetkan BBM satu harga bisa menjangkau 583 titik. Dengan demikian, menurut Arifin, diperlukan tambahan 80-100 lembaga penyalur baru per tahun terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.

Namun penambahan titik-titik baru harus disertai dengan ketersediaan energi. Arifin juga mendorong Pertamina untuk memproduksi BBM berkualitas guna menurunkan tingkat emisi yang berpengaruh besar terhadap lingkungan.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan selama 2021, terdapat 44 titik baru BBM satu harga terbangun dari target 76 penyalur hingga akhir tahun. “Kami harap Pertamina dapat mengakselerasi pembangunan lembaga penyalur BBM satu harga sehingga target kita bersama dapat tercapai,” kata Erika.

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus