Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Harga Bitcoin kembali naik ke kisaran US$ 10 ribu. Harga mata uang virtual ini sempat menurun ke kisaran US$ 9 ribu kemarin, Jumat 1 Desember 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berdasarkan data Bitcoin.com, harga Bitcoin mencapai US$ 10.797 pada pukul 12.15 WIB. Kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 180,4 juta. Hingga periode tersebut, transaksi hariannya mencapai 384 ribu. Sementara total uang yang masuk sebesar US$ 16,7 miliar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, menuturkan penurunan harga Bitcoin kemarin merupakan koreksi wajar yang sehat karena aksi ambil untung. "Di pasar saham atau komoditas, naik turun 20 persen adalah hal biasa setelah terjadi perubahan harga," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 2 Desember 2017.
Harga Bitcoin sempat naik dari US$ 6.277 menjadi US$ 10.824 pada 13 November setelah pemerintah Amerika mengesahkan uang virtual tersebut sebagai komoditas yang legal diperjualbelikan. Harga Bitcoin kembali berada di kisaran US$ 10 ribu setelah operator tukar derivatif terbesar di dunia, CME Group, menyatakan bakal menjual Bitcoin Futures.
Kemarin, CME Group membocorkan perdagangan akan dimulai 18 Desember nanti. Sentimen tersebut membuat permintaan meningkat hingga harga Bitcoin melojak ke level tertingginya di kisaran US$ 10 ribu per satu Bitcoin. Namun aksi ambil untung membuatnya sempat turun ke kisaran US$ 9 ribu.
Meski sempat terkoreksi, Oscar menuturkan pelaku pasar masih memiliki keyakinan yang tinggi hingga Bitcoin bisa kembali ke kisaran US$ 10 ribu. Dia mencatat harga Bitcoin menyentuh angka Rp 158 juta per satu Bitcoin hari ini.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan penurunan harga Bitcoin lebih disebabkan oleh aksi spekulasi dari pemain jangka pendek.
"Pada enam bulan terakhir banyak investor Wall Street dan fund manager yang masuk ke Bitcoin," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 2 Desember 2017. Dia menuturkan para spekulan yang ingin meraup untung melakukan aksi jual secara besar-besaran. Namun dia memperkirakan aksi jual dan ambil untung itu tid