Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Kereta cepat Jakarta-Surabaya pernah direncanakan akan dibangun pada masa pemerintahan Jokowi periode pertama, namun proyek tidak jadi dilaksanakan.

22 April 2024 | 11.58 WIB

Suasana mudik lebaran di Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Halim, Jakarta, Sabtu, 6 April 2024. Kereta cepat Whoosh untuk pertama kalinya bakal melayani penumpang mudik lebaran. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Perbesar
Suasana mudik lebaran di Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Halim, Jakarta, Sabtu, 6 April 2024. Kereta cepat Whoosh untuk pertama kalinya bakal melayani penumpang mudik lebaran. TEMPO/Martin Yogi Pardamean

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kereta cepat Jakarta-Surabaya pernah direncanakan akan dibangun pada masa pemerintahan Jokowi periode pertama, namun proyek tidak jadi dilaksanakan. Di akhir masa jabatan periode kedua, Presiden menggandeng Cina untuk melanjutkan kereta cepat Bandung-Jakarta sampai ke Yogyakarta dan Surabaya.

Pada awal pemerintahannya, Jokowi-Jusuf Kalla mencanangkan dua proyek kereta cepat, yakni Jakarta - Surabaya dan Jakarta Bandung. Kalla sempat menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya kerja sama dengan Jepang itu akan dilaksanakan pada 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Tapi sampai saat ini, proyek tidak jalan dan Presiden Jokowi menghidupkan kembali rencana tersebut dengan menggandeng Pemerintah Cina.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berikut perbedaan kedua proyek tersebut:

Pertama: Negara pemasok kereta cepat. Pada 2016, Presiden Jokowi mecanangkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan menggandeng Jepang, yang dilanjutkan dengan kesepatakan antara Jokowi dan PM Jepang Shintaro Abe pada Januari 2017.

Proyek akhirnya tidak dilanjutkan, dan pada 2024, Jokowi menghidupkan kembali rencana lama tersebut, namun dengan menggandeng Cina. 

Jokowi mengajak Cina mengembangkan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan membangun jaringan melanjutkan proyek kereta cepa Jakarta-Bandung yang sudah rampung.

Kedua: Kecepatan kereta.

Pada rencana kerja sama dengan Jepang, kereta cepat Jakarta-Bandung akan melaju dengan kecepatan 150-200 km perjam sehingga jarak Jakarta-Surabaya ditempuh 5 jam.

Pada rencana kerja sama dengan Cina, kereta akan melaju dengan kecepatan 200-250 km per jam sehingga bisa menempuh jarak Jakarta-Surabaya hanya 3,5 jam.

Ketiga: Biaya pembangunan

Pada proyek 2019, kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan menelan biaya Rp60 triliun, dengan rincian biaya pembangunan berasal dari JICA (Jepang) dan biaya pembebasan lahan dari Pemerintah Indonesia.

Pada proyek 2024, pemerintah belum menghitung biayanya. Namun Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan untuk melanjutkan proyek Kereta Cepat Whoosh sampai ke Surabaya setidaknya membutuhkan ongkos 4,8 kali dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Bhima membuat perhitungan dengan mengasumsikan nilai biaya per kilometer proyek KCJB Rp 790,5 miliar.

Sehingga, dengan panjang 142,3 kilometer Jakarta-Bandung maka biayanya Rp 112,5 triliun dengan kurs Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Yudono Yanuar

Yudono Yanuar

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus