Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 47 pengusaha Italia serius ingin menjalin kerja sama bisnis dan investasi dengan Indonesia. Minat untuk berinvestasi dan menjalin perdagangan dengan Indonesia itu mengemuka dalam Indonesia-Italy Business Forum (IIBF) di Milan, Italia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Indonesia dan Italia telah bekerja sama dalam berbagai sektor. Kerja sama tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan, khususnya sektor ekonomi,” ujar Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Esti didampingi Atase Perdagangan Roma Silvi Charlote dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan Narita Nurindah berkesempatan berkunjung ke perusahaan Fresh Tropical Srl. di Milan. Perusahaan ini merupakan importir produk Indonesia, khususnya med instan dan telah menjadi distributor produk Indofood sejak 2017.
“Diharapkan Fresh Tropical Srl menambah jenis produk impor dari Indonesia seperti buah segar, produk perikanan, dan produk halal,” kata Silvi.
Adapun pemilik perusahaan Fresh Tropical Jawad S Cheema menyampaikan, saat ini perusahaannya tengah memasukkan buah segar Indonesia, seperti manggis dan markisa ke Italia. Namun, ekspor buah tropis andalan itu tidak langsung ke Italia, melainkan melalui rekan dagang mereka di Prancis.
Menurut Esti, forum ini disiapkan untuk memberikan prospek bisnis antara pengusaha Indonesia dan Italia. “Pada forum ini, pengusaha Italia tertarik melakukan pertemuan bisnis dengan delapan perusahaan Indonesia dan berpotensi mencapai kesepakatan,” katanya.
IIBF 2019 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia- Italia, yang merupakan hasil kerja sama KBRI Roma dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Italian Trade Agency (ITA-ICE), Confindustria, dan Kamar Dagang Italia untuk Asia Tenggara.
Forum ini dibuka dengan paparan mengenai “Indonesia Railway Outlook Toward 2030” oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel peluang kerja sama bisnis dan investasi di sektor perdagangan, infrastruktur, telekomunikasi, industri transportasi, dan ekonomi kreatif.
ANTARA