Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Pelemahan Dolar Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Rupiah ditutup menguat 0,21 persen atau 28 poin di Rp 13.552 per dolar AS.

2 November 2017 | 18.23 WIB

Pecahan mata uang rupiah kertas yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini, Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Destrianita
Perbesar
Pecahan mata uang rupiah kertas yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini, Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Destrianita

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah berhasil membukukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis, 2 November 2017. Rupiah ditutup menguat 0,21 persen atau 28 poin di Rp 13.552 per dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.542–Rp 13.579 per dolar AS.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,14 persen atau 0,130 poin ke 94,685 pada pukul 16.39 WIB. Dolar AS melemah menjelang pengumuman undang-undang perpajakan Amerika Serikat (AS) dan keputusan nama Gubernur baru The Fed.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Kemungkinan bagi [anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome] Powell dicalonkan sebagai Gubernur The Fed periode berikutnya membatasi dolar. Adapun penundaan dalam pengumuman UU pajak juga merupakan tanda potensial perselisihan internal,” kata Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan Jerome Powell akan melanjutkan kebijakan yang ditetapkan oleh Janet Yellen jika anggota Dewan Gubernur The Fed tersebut terpilih menduduki jabatan puncak bank sentral AS itu untuk periode berikutnya.

“Jika dia terpilih, itu adalah pilihan yang tepat. Kebijakannya akan berkelanjutan,” ungkap Martowardojo di Jakarta.

“Kami percaya kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Yellen selama beberapa tahun terakhir telah memberikan arahan dan dapat dipertahankan oleh Powell,” Martowardojo melanjutkan.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya terpantau menguat dipimpin peso Filipina yang terapresiasi 0,4 persen. Adapun renminbi China dan rupee India masing-masing terdepresiasi 0,13 persen dan 0,10 persen.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus