Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Gaya Hidup

Anak Suka Meniru Ibu Berdandan, Ini Kriteria Makeup yang Aman

Anak perempuan sering kali meniru ibunya berdandan saat usianya balita, pilih kosmetik yang aman.

10 April 2020 | 20.15 WIB

Ilustrasi anak kecil menggunakan makeup. Unsplash.com/Patricia Prudente
material-symbols:fullscreenPerbesar
Ilustrasi anak kecil menggunakan makeup. Unsplash.com/Patricia Prudente

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para ibu yang memiliki anak perempuan, siap-siap saja jika si Kecil mulai meniru kebiasaan Anda berdandan. Biasanya kebiasaan itu mulai saat usia 3 tahun, anak-anak dengan luwes bisa menggambar alis atau memoles pipi memakai blush on.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Perlu diingat makeup mengandung bahan-bahan kimia yang belum tentu cocok bagi anak-anak. Penggunaannya menuai pro-kontra di kalangan orang dewasa. Sebagian orang tua tidak ingin anak mereka terlihat sok tua karena menggunakan makeup. Beberapa lainnya menganggap make up anak adalah hal yang berlebihan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Jika melihat dari sudut pandang anak-anak, mereka biasanya mulai ingin mengenakan makeup untuk alasan yang sederhana. Misalnya, agar bisa bermain dengan teman-temannya yang juga ingin memakai makeup atau ingin menunjukkan bahwa mereka bukan lagi bayi kecil.

Eva Kubiczek-Love, seorang dokter anak, berpendapat bahwa tidak ada salahnya anak-anak ingin mencoba menggunakan makeup. Cara yang tepat untuk memakai riasan tergantung pada perspektif keluarga dan pandangan yang diterima di komunitas Anda. Jika putri Anda sering mengikuti kompetisi menari atau modelling, misalnya, penggunaan makeup mungkin lebih lazim untuk diterima.

Namun jika anak tetap ingin mencoba, tak perlu dilarang. Dokter Eva menyarankan untuk berbicara secara terbuka tentang minat anak akan makeup. Tetapkan batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka pakai atau lakukan dalam berdandan. Berikut tips yang perlu Anda coba. 

1. Pilih produk makeup aman
Anda juga perlu menyediakan kosmetik atau produk makeup yang aman untuk anak-anak. Saat ini sudah banyak produsen kosmetik yang memproduksi make up anak dengan formula khusus yang disesuaikan. Namun bila sulit menemukannya, Anda bisa memilih kosmetik berlabel ‘alami’ atau ‘organik’. Produk-produk ini biasanya menggunakan bahan dasar alami dan non-toksik sehingga lebih aman untuk digunakan berbagai tahapan usia.

Akan tetapi, banyak dari kosmetik alami maupun organik yang beredar dengan standar keamanan yang kurang. Terkadang ada yang sembarangan mencantumkan label tanpa melewati pengujian terlebih dahulu. Untuk menghindarinya, pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM atau lembaga pengawasan lainnya seperti FDA (badan pengawas dari Amerika Serikat).

Pilih produk yang hanya mengandung sedikit sekali bahan berbahaya atau bahkan tidak ada bahan berbahaya sama sekali. Anda bisa memeriksa keamanan bahan-bahan baku yang ada di dalam kemasan pada situs https://www.ewg.org/skindeep/.

Selain itu, perhatikan juga jumlah kandungan zat yang dimiliki produk tersebut. Suatu penelitian yang dilakukan di Italia telah mengamati 283 produk kosmetik yang ada di pasaran.

Hasilnya hampir 58 persen dari produk-produk tersebut mengandung kadar yang lebih besar dari yang diperbolehkan. Jika kosmetik mengandung kadar yang lebih tinggi dari batas amannya, maka iritasi dan keracunan bisa saja terjadi. Bahan yang tadinya aman pun menjadi tidak aman.

2. Mulai dari makeup sederhana
Tak perlu rangkaian makeup lengkap untuk anak-anak. Mulailah dari lip gloss untuk anak-anak yang masih ada di bangku sekolah dasar. Untuk anak yang sudah beranjak remaja dapat menambahkan bedak dan produk dasar lainnya. Hindari lipstik dengan warna menyala dan eyeliner tebal.

3. Perhatikan tanda-tanda iritasi
Iritasi kulit akibat makeup ditandai dengan ruam merah pada kulit, gatal-gatal, dan pembengkakan. Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut segera hentikan penggunaan makeup, berikan Anak obat antialergi, dan hubungi dokter. Reaksi alergi yang muncul di wajah anak Anda dapat menyebar ke saluran napasnya.

Apabila anak Anda mengalami mengi, sakit perut atau muntah, segera larikan ke IGD untuk mendapatkan perawatan medis.

4. Hindari produk-produk berbasis minyak
Jauhi produk-produk berbahan dasar minyak pada krim, losion, atau foundation. Produk ini dapat memicu kondisi kulit yang sensitif seperti eksim, jerawat, dan kondisi lainnya mungkin saja muncul. Sebaliknya, pilih produk dengan bahan dasar bebas minyak.

5. Lakukan perawatan kulit
Selain memilih produk yang aman dan tidak berbahan dasar minyak, langkah perawatan kulit wajib dilakukan. Ikuti langkah-langkah berikut:

6. Cuci wajah anak setiap hari dengan pembersih ringan
Hindari sabun antibakteri dan produk pengelupasan kulit (exfoliating agents). Produk tersebut dapat merusak kulit anak-anak dan menyebabkan jerawat

7. Hapus semua riasan sebelum tidur
Ganti kosmetik setiap 6 hingga 12 bulan untuk meminimalkan risiko kontaminasi mikroba.

Selain hal di atas, penting untuk mengajari anak bahwa makeup sejatinya berfungsi untuk meningkatkan penampilan mereka. Bukan untuk mengubah rupa atau menjadi tergantung kepadanya jika ingin tampil cantik. Katakan pada buah hati Anda bahwa dengan atau tanpa makeup, wanita sejatinya adalah makhluk yang cantik.

Ingatkan  anak jika terlalu sering menggunakan make up dapat menyebabkan penuaan dini, jerawat, dan tekstur wajah menjadi kasar.

SEHATQ

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus