Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Hukum

Tersangka MAH Unggah Telegram Bjorka: Ingin Terkenal dan Dapat Uang

Polri mengatakan motif tersangka berinisial MAH membantu mengunggah pernyataan peretas Bjorka ke kanal Telegram karena ingin terkenal

16 September 2022 | 16.07 WIB

Ilustrasi - Hacker atau peretas mencoba membongkar keamanan siber. Pemerintah Indonesia menganggap banyak data pribadi yang dibocorkan Bjorka dari berbagai institusi bukanlah ancaman bagi negara dan data bersifat umum. (ANTARA/Shutterstock/am)
Perbesar
Ilustrasi - Hacker atau peretas mencoba membongkar keamanan siber. Pemerintah Indonesia menganggap banyak data pribadi yang dibocorkan Bjorka dari berbagai institusi bukanlah ancaman bagi negara dan data bersifat umum. (ANTARA/Shutterstock/am)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mengatakan motif tersangka berinisial MAH membantu mengunggah pernyataan peretas Bjorka ke kanal Telegram karena ingin terkenal dan memperoleh uang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

“Motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang,” kata Juru bicara Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ade Yaya Suryana di gedung Divisi Humas Polri, Jumat, 16 September 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ade mengatakan pemuda Madiun, Jawa Timur, berusia 21 tahun itu juga berperan menyediakan kanal Telegram Bjorkanism yang digunakan untuk mengunggah pernyataannya. Tersangka diketahui mengunggah tiga pernyataan pada tiga kesempatan berbeda.

“Tersangka pernah memposting di channel @bjorkanism sebanyak tiga kali,” kata Ade.

Pertama pada 8 Setember 2022, ia mengunggah kalimat “Stop Being Idiot”. Kemudian pada 9 September, MAH mengunggah “the next leaks will come from the President of Indonesia”. 

Lalu unggahan ketiga pada 10 September, ia mengunggah “to support people who are struggiling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil. I will publish MyPertamina database soon.”

Ade mengatakan polisi menyita sejumlah barang bukti saat penangkapan, yakni satu buah kartu sim seluler, dua unit handphone milik tersangka, dan satu KTP berinisial nama tersangka. Namun Ade belum menyampaikan pasal apa yang disangkakan terhadap MAH. Polisi pun belum melakukan penahanan terhadapnya dan masih dalam pemeriksaan tim khusus.

“Sedang didalami oleh tim,” kata Ade ketika ditanya apakah MAH diperintah Bjorka.

MAH ditangkap di rumahnya Madiun

Polisi menangkap MAH di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Rabu petang, 14 September 2022. Ibu MAH, S, menyatakan anaknya ditangkap saat bekerja. Ia mengatakan anaknya sempat dibawa ke rumah oleh empat orang yang mengaku sebagai polisi.

"Katanya mau ke Polsek Dagangan," ujarnya kepada sejumlah wartawan pada Kamis, 15 September 2022. 

Dia menyatakan tak mengerti masalah yang menimpa anaknya tersebut. S pun tak percaya jika MAH disebut terlibat peretasan. Pasalnya, di kediamannya tak ada komputer atau pun jaringan internet. 

"Kalau HP, dia punya. Cuma itu," ucap Suprihatin.

Selanjutnya: Bjorka sebut penangkapan MAH salah sasaran...


Bjorka menyebut penangkapan MAH salah sasaran. Dia menyalahkan platform Dark Tracer, platform yang sering memberikan informasi tentang dark web, yang memberikan kesalahan informasi atas penangkapan seorang pria berinisial MAH oleh polisi.

"Bocah ini ditangkap dan diinterogasi Pemerintah Indonesia. Untuk orang Dark Tracer, ini adalah dosa kalian menyediakan layanan palsu ke pemerintah Indonesia dan memberikan informasi yang salah kepada para idiot,” tulis Bjorka di grup aplikasi Telegram miliknya, Kamis, 15 September 2022.

Dugaan MAH sebagai Bjorka awalnya muncul dalam sebuah laporan Dark Tracer dalam sebuah webinar tertanggal 8  September 2022. Mereka memperlihatkan peta yang diduga perjalanan dari kebocoran data yang terjadi di Indonesia. 

"Total ada 124 diduga pelaku yang melakukan posting berbahasa Indonesia bocor di Black Market and Hacker Forum," tulis laporan tersebut. 

Setelah melakukan pengerucutan hingga 14 orang terduga pelaku, DarkTracer melakukan dugaan terhadap seorang pria yang berdomisili di Indonesia. Pihaknya membuka data pribadi terduga pelaku berikut fotonya dengan inisial nama MA, laki-laki berusia 23 tahun. Nama lain terduga pelaku adalah Akihiro san, Ahihiro, Gumelarzt, Bjorkasim. 

Dark Tracer juga memperlihatkan peta Jawa Timur sebagai gambaran provinsi tempat tinggal terduga Bjorka. 

Eka Yudha Saputra

Alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bergabung dengan Tempo sejak 2018. Anggota Aliansi Jurnalis Independen ini meliput isu hukum, politik nasional, dan internasional

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus