Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Mike Pence pada Rabu akhirnya secara terbuka melawan kehendak Presiden Donald Trump dengan menolak permintaannya untuk membatalkan hasil pemilu AS yang memenangkan Joe Biden.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mike Pence, yang telah setia mendukung Donald Trump selama empat tahun masa kepresidenannya, secara formal menyatakan dalam sebuah surat kepada anggota parlemen, bahwa dia tidak memiliki kewenangan sepihak untuk memutuskan hasil pemilihan presiden dan tidak dapat mengubah hasil pemilihan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Merupakan penilaian saya bahwa sumpah saya untuk mendukung dan mempertahankan Konstitusi membatasi saya untuk mengklaim otoritas sepihak untuk menentukan suara elektorat mana yang harus dihitung dan mana yang tidak," tulisnya, dikutip dari CNN, 7 Januari 2021.
"Semoga Tuhan menolong hamba," kata Pence menutup suratnya.
Itu adalah kata terakhir dari Mike Pence sebelum dia memimpin sesi gabungan Kongres untuk menghitung suara Electoral College atau Dewan Elektorat. Sesi itu terhenti ketika massa pro-Trump yang kejam menyerbu US Capitol, memaksa penguncian dan evakuasi Pence dari gedung.
Presiden Donald Trump berbicara dalam unjuk rasa untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilu oleh Kongres AS, di Washington, 6 Januari 2021.[REUTERS / Jim Bourg]
Di tengah kekacauan itu, Trump mulai melontarkan kemarahannya pada Pence di Twitter. "Mike Pence tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi Negara dan Konstitusi kita," cuitnya.
Dia mengatakan kepada massa pendukungnya yang menyerbu gedung Capitol, untuk mendukung Kepolisian US Capitol dan agar tetap damai. Namun, Trump tidak mengecam kerusuhan itu.
Kicauan tersebut kemudian dihapus dan akun Twitter Donald Trump dikunci selama 12 jam karena melanggar pedoman kebijakan integritas sipil, kata Twitter. Politico melaporkan video 62 detik Trump yang diunggah ke YouTube, Facebook, dan Twitter juga dihapus.
Mike Pence kemudian mentwit dari lokasi yang dirahasiakan setelah dievakuasi.
"Kekerasan dan perusakan yang terjadi di US Capitol Harus Berhenti dan Harus Berhenti Sekarang. Siapapun yang terlibat harus menghormati petugas Penegak Hukum dan segera meninggalkan gedung," tulisnya.
Pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di depan Gedung Capitol AS saat pengesahan hasil Pemilu presiden AS di Washington, AS 6 Januari 2021. REUTERS/Stephanie Keith
Mike Pence telah menyampaikan pandangannya kepada Presiden dalam pertemuan pada hari Selasa, kata sumber yang mengetahui percakapan tersebut mengatakan kepada CNN. Tapi Trump, termakan konspirasi dan nasihat hukum yang tidak masuk akal, tidak mendengarkan. Dan setelah itu, dia melampiaskan amarahnya pada Pence.
"Saya berharap Mike akan melakukan hal yang benar," kata Trump saat unjuk rasa di Ellipse Rabu siang. "Jika Mike Pence melakukan hal yang benar, kami memenangkan pemilihan."
"Jika tidak, itu akan menjadi hari yang menyedihkan bagi negara kita," ujar Trump di depan pendukungnya.
Bahkan setelah Pence merilis pernyataannya, Trump mengatakan dia berharap wakil presidennya akan mengabaikan "orang-orang bodoh" dan tunduk padanya.
Joe Biden memenangkan pemilihan dengan selisih 306-232 suara di Electoral College negara bagian dan dengan lebih dari 7 juta suara dalam pemilihan umum nasional, tetapi Trump terus mengklaim tanpa bukti ada penipuan yang meluas dan bahwa dialah pemenangnya.
Konstitusi AS tidak memberi Mike Pence wewenang untuk secara sepihak membatalkan hasil pemilu AS, tetapi dia berada di bawah tekanan untuk melakukannya dari Trump.
CNN | POLITICO | REUTERS
Sumber:
https://edition.cnn.com/2021/01/06/politics/mike-pence-trump-electoral-college/index.html
https://uk.reuters.com/article/uk-usa-election-congress/pro-trump-protesters-swarm-capitol-amid-challenge-to-his-election-loss-idUKKBN29B1GF
https://www.politico.com/news/2021/01/06/twitter-trump-tweet-capitol-violence-455630