Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Motor

Gesits Akan Dijual 2018, Inilah Dukungan Menteri Nasir

Menteri Nasir mengemukakan, jika ada 122 perguruan tinggi di Indonesia dan 10 di antaranya menggunakan Gesits, hal itu akan baik bagi perkembangannya.

17 Desember 2017 | 18.01 WIB

Menristek Dikti M. Nasir menjajal skuter listrik buatan ITS di halaman Pusat Ristek Mobil Listrik Nasional, 3 Mei 2016. Skuter yang dinamai GESITS ini siap diproduksi PT Garansindo Inter Global pada 2017. TEMPO/Artika
Perbesar
Menristek Dikti M. Nasir menjajal skuter listrik buatan ITS di halaman Pusat Ristek Mobil Listrik Nasional, 3 Mei 2016. Skuter yang dinamai GESITS ini siap diproduksi PT Garansindo Inter Global pada 2017. TEMPO/Artika

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Teaching Industry di gedung Motor Listrik Nasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Lokasi ini menjadi tempat riset sepeda motor listrik bernama Garansindo Electric Scooter ITS atau Gesits.

"Semoga dengan adanya Teaching Industry di ITS akan menghasilkan sepeda motor listrik yang mempunyai kualitas baik dan harga kompetitif," kata Nasir, Jumat, 15 Desember 2017.

Baca: Harga Gesits Buatan Garasindo Akan Dijual Maksimal Rp 17 Juta

Nasir mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan kementerian terkait agar Gesits bisa segera mendapatkan izin untuk layak jalan.

"Kami mendorong terus. Riset harus berjalan. Kami sudah berhubungan dengan Menteri Perhubungan terkait dengan izin layak jalan dan juga ke Kementerian Perindustrian terkait dengan izin sertifikasi berkenaan dengan material," ucapnya.

Dia melihat potensi besar dari sepeda motor listrik Gesits ITS. Nasir mengemukakan, jika ada 122 perguruan tinggi di Indonesia dan 10 di antaranya menggunakan Gesits, hal itu akan baik bagi perkembangan Gesits. Belum lagi instansi kantor Pos dan pemerintah daerah.

"Jangan sampai nanti sepeda motor listrik mati. Inginnya, ketika produksi, paling tidak harus bisa menggeser kebutuhan sepeda motor untuk Indonesia. Kalau ini bisa berjalan, negara bisa menghemat energi yang luar biasa," tuturnya.

Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif Muhammad Nur Yuniarto mengatakan Teaching Industry ini dimulai sejak 2010. saat itu, luas bangunannya hanya 3 x 3 meter persegi.

"Di Teaching Industry ini, hanya butuh waktu 30 menit untuk pengerjaan setiap sepeda motor, yang dibagi dalam delapan station. Setiap station hanya butuh waktu lima menit," katanya.

Baca: Yamaha E Vino Vs Gesits Vs Viar, Siapa Unggul?

Nur menjelaskan, tempat ini tidak hanya sebagai fasilitas mahasiswa ITS, tapi juga mahasiswa lain, bahkan siswa sekolah menengah kejuruan bisa bergabung.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengharapkan dukungan dari pemerintah terhadap riset dan pengembangan sepeda motor listrik nasional buatan kampusnya, Gesits. "Kami sudah dapat mitra untuk produksi massal, yakni Garansindo. Pada tahun 2018, mudah-mudahan diproduksi dan dipasarkan," ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus