Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Pilpres

Kronologi Respons Gibran Rakabuming Soal Peluang Jadi Cawapres Sebelum Ramai Putusan MK

Sebelum adanya putusan MK, Gibran Rakabuming Raka memang sudah banyak disebut-sebut akan dimajukan sebagai cawapres.

17 Oktober 2023 | 16.11 WIB

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjawab pertanyaan seputar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan oleh sejumlah awak media di Balai Kota Solo, Selasa, 17 Oktober 2023. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Perbesar
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjawab pertanyaan seputar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan oleh sejumlah awak media di Balai Kota Solo, Selasa, 17 Oktober 2023. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Wali Kota Solo yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka tengah jadi sorotan publik.

Hal ini usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan syarat calon presiden dan wakil presiden atau capres-cawapres berusia paling rendah 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah pada Senin, 16 Oktober 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Putusan MK itu banyak dipercaya merupakan langkah untuk memuluskan jalan Gibran masuk kontestasi Pilpres 2024 sebagai cawapres. Saat ditemui awak media pada hari yang sama, Gibran enggan berkomentar. Ia mengaku tidak mengikuti proses pembacaan putusan oleh MK itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Saya belum tahu putusannya, saya tidak mengikuti, dari tadi rapat," ungkap Gibran di Balai Kota Solo pada pada Senin, 16 Oktober 2023 siang.

Saat dimintai tanggapan lebih lanjut terkait putusan MK, Gibran kembali menegaskan agar tidak lagi membahas topik tersebut. Dia mengatakan seharusnya hal itu ditanyakan langsung ke MK, atau pihak penggugat, maupun ke pakar hukum.

"Sudah clear (jelas) ya, jangan bahas MK terus. MK putusannya ya di MK. Tanya orang MK, tanya penggugat, atau tanya ke pakar hukum," kata dia.

Sebelum adanya putusan MK, Gibran memang sudah banyak disebut-sebut akan maju sebagai cawapres. Beberapa kali pula saudara dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep itu memberikan tanggapan terkait hal itu. 

Masuk radar cawapres Ganjar Pranowo

Awal September lalu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut Gibran masuk radar bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo. Hal itu disampaikan Puan usai mengunjungi stan pameran batik Wonogiren di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Ahad, 3 September 2023.

Saat dilontari pertanyaan oleh sejumlah wartawan, Gibran pun mengakui ada pembahasan soal politik saat pertemuannya dengan Puan Maharani kemarin. "Ketemu dengan senior itu pasti membicarakan langkah-langkah ke depan. Apalagi satu mobil terus, wajib membicarakan itu," katanya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Senin, 4 September 2023.

Dimintai tanggapan soal namanya yang disebut Puan masuk radar sebagai bakal cawapres Ganjar, Gibran awalnya menepisnya. Lagi-lagi Gibran menyebut dirinya bukan siapa-siapa.

"Nggak lah. Saya itu bukan siapa-siapa. Nanti kalau kalah piye (gimana)? Nek ana aku mengko malah kalah. Ora usah ya, ora usah (kalau ada saya nanti malah kalah. Tidak usah ya, tidak usah," ucap Gibran. 

Soal Prabowo akan bawa usulan menjadikan Gibran menjadi cawapres

Prabowo Subianto pernah mengatakan akan membawa usulan menjadikan Gibran sebagai cawapres ke forum Koalisi Indonesia Maju. Ini diungkapkan Prabowo menanggapi relawan Jokowi agar menjadikan Gibran sebagai cawapres Prabowo.

"Saya ingin menanggapi begini saudara-saudara, saya paham keinginan generasi muda untuk berpartisipasi aktif untuk memiliki suatu perwakilan yang nyata di dalam perpolitikan Indonesia," kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 7 Oktober 2023.

Merespons itu, Gibran mempersilakan langkah itu dilakukan Prabowo. "Saya nggak gimana-gimana. Silakan. Ada aspirasi dari siapa saja kemarin ya, dari Alap-Alap, Samawi (relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi) silakan ditampung saja," ungkap Gibran ketika ditemui awak media di Balai Kota Solo, Senin, 9 Oktober 2023.

Saat ditanya apakah Prabowo juga telah mengomunikasikan rencana itu dengannya, Gibran mengakuinya. "Ya saya dengan semuanya komunikasi," katanya. 

Berkali-kali diminta Prabowo jadi cawapres

Gibran mengungkapkan bahwa Prabowo sudah berkali-kali memintanya untuk menjadi cawapresnya di Pilpres 2024. Namun lantaran terganjal aturan, Gibran mengatakan jawaban yang ia berikan kepada Prabowo adalah terkait usianya yang belum memenuhi persyaratan.

"Umur belum cukup," katanya.

Saat ditanya lebih lanjut apakah akan bersedia menjadi cawapres Prabowo jika seandainya gugatan soal persyaratan umum cawapres dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan umurnya memenuhi persyaratan, Gibran tidak secara tegas menjawab.

"Ya ditunggu saja," jawabnya singkat.

Di sisi lain Gibran mengaku telah menyampaikan usulan para relawan maupun tawaran Prabowo itu kepada jajaran pimpinan PDI Perjuangan (PDIP).  

"Semua orang kan sudah tahu beliau (Prabowo Subianto) sudah minta berkali-kali dan saya sudah laporkan ke pimpinan, ke Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto), Mbak Puan (Puan Maharani selaku Ketua DPP PDIP), dan lain-lain," tutur Gibran.

Lalu saat dimintai pendapat tentang rencana Prabowo tersebut, Gibran mengatakan mengembalikan keputusan itu kepada Prabowo. "Itu saya kembalikan lagi ke beliau," ungkap dia. 

Gibran: biar warga yang menilai

Pada 12 Oktober 2023, Gibran angkat bicara terkait berbagai pendapat atau pro-kontra yang muncul seputar rencana putusan MK atas gugatan batasan usia capres-cawapres.

Terkait dengan rencana putusan itu, muncul pendapat di antaranya jika putusan MK mengabulkan gugatan itu berarti hanya untuk memuluskan jalannya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk bisa maju ke ajang Pilpres 2024.

Menanggapi itu, Gibran mengatakan biar warga yang menilai. Menurutnya itu merupakan masukan dari masyarakat. "Itu biar warga yang menilai. Monggo itu kan masukan dan penilaian dari warga," ungkap Gibran di Balai Kota Solo, Kamis, 12 Oktober 2023.

Ia mengaku tidak merasa terusik dengan beragam pendapat masyarakat yang beredar seputar rencana putusan MK tersebut. Saat dimintai tanggapan soal sidang MK terkait gugatan batasan usia capres dan cawapres itu, Gibran enggan berkomentar.

Termasuk saat ditanya apakah memang revisi batasan usia itu diperlukan atau jika nantinya MK benar-benar memutuskan batas minimal usia capres dan cawapres dari 40 tahun menjadi 35 tahun, ia enggan berkomentar. "Ya nggak tahu. Tanya ke para penggugatnya saja. Kan bukan saya?" katanya.

Ia kembali mengatakan agar penilaian terkait putusan MK tergantung warga. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku santai. "Itu biar warga saja yang menilai. Kalau saya santai aja," tuturnya.

Ditanya kemungkinan maju di ajang Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden (cawapres), Gibran menyatakan usianya belum cukup. "Kan umurnya nggak cukup. Dan lagi (gugatan batasan usia capres dan cawapres) belum tentu dikabulkan," katanya.

Saat ditanya bagaimana jika gugatan dikabulkan MK, Gibran kembali menampik. Sebab kalau pun dikabulkan, belum tentu dirinya juga dipilih oleh warga.  "(Kalau dikabulkan?) Kan belum tentu dipilih warga?" jawabnya singkat.

HATTA MUARABAGJA | SEPTIA RYANTHIE | IHSAN RELIUBUN | DANIEL
Pilihan editor: Pernyataan Jokowi Soal Putusan MK dan Peluang Gibran Jadi Cawapres

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus