Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Pendidikan

Ada Temuan Virus MERS-CoV di Arab Saudi, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Tingkatkan Kewaspadaan

Delapan kasus MERS-CoV ditemukan di Riyadh dan satu di Hail. Dua pasien di antaranya meninggal dunia.

16 Mei 2025 | 12.35 WIB

Jemaah calon haji dari berbagai negara berdoa sambil mendekati Kakbah yang telah diselimuti kain ihram di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, 14 Mei 2025. Antara/Andika Wahyu
Perbesar
Jemaah calon haji dari berbagai negara berdoa sambil mendekati Kakbah yang telah diselimuti kain ihram di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, 14 Mei 2025. Antara/Andika Wahyu

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau para jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan kasus infeksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Arab Saudi. Imbauan itu disampaikan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua pada 17 Mei 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sembilan kasus positif MERS-CoV yang terdeteksi antara 1 Maret hingga 21 April 2025. Delapan kasus ditemukan di Riyadh dan satu di Hail. Dua pasien di antaranya meninggal dunia.

“Meski kasus MERS-CoV ini tidak banyak dan saat ini dalam kondisi terkendali, para jemaah dan petugas haji harus tetap waspada,” kata Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Mohammad Imran yang melaporkan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 16 Mei 2025.

Dari sembilan kasus yang dilaporkan, tujuh di antaranya terjadi akibat penularan dalam fasilitas layanan kesehatan di Riyadh, termasuk enam petugas medis yang tertular dari satu pasien terinfeksi.

Imran menjelaskan MERS-CoV adalah penyakit pernapasan serius yang ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama unta, serta melalui droplet dari manusia ke manusia. Gejala awal meliputi demam, batuk, dan kesulitan bernapas, yang bisa berkembang menjadi komplikasi berat.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak kontak langsung dengan unta, termasuk tidak berfoto bersama, tidak minum susu unta di peternakan, dan tidak mengonsumsi produk olahan unta yang kebersihannya tidak terjamin,” ujar Imran.

Jemaah juga diminta menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker di tempat ramai, rajin mencuci tangan, dan menjaga kebersihan diri. Imran menambahkan, apabila jemaah merasakan gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas, mereka diminta segera melapor ke petugas kesehatan untuk mendapat penanganan.

Kemenkes memastikan fasilitas Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah dan Madinah siaga penuh memberikan layanan medis bagi jemaah dengan gejala infeksi saluran pernapasan selama musim haji berlangsung.

Dinda Shabrina

Lulusan Program Studi Jurnalistik Universitas Esa Unggul Jakarta. Mengawali karier jurnalistik di Tempo sejak pertengahan 2024.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus