Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Luncurkan Satelit Komunikasi, Perusahaan Israel Gandeng SpaceX

Spacecom, perusahaan telekomunikasi Israel, kembali menandatangani kesepakatan dengan SpaceX untuk meluncurkan dua satelit komunikasi.

20 Oktober 2017 | 11.27 WIB

Peluncuran Roket Falcon 9 SpaceX yang membawa satelit Iridium, Sabtu 14 Januari 2017. forbes.com
Perbesar
Peluncuran Roket Falcon 9 SpaceX yang membawa satelit Iridium, Sabtu 14 Januari 2017. forbes.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, California - Spacecom, perusahaan telekomunikasi Israel, kembali menandatangani kesepakatan dengan SpaceX untuk meluncurkan dua satelit komunikasi setelah peluncuran terakhir gagal. Sebelumnya, tahun lalu, peluncuran roket Falcon 9 yang ditangani oleh operator satelit Israel mengalami kegagalan yang sangat mengerikan. Roket tersebut meledak di Cape Canaveral, Florida.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Namun, Kamis pekan lalu, Spacecom menyatakan bahwa satelit baru, Amos-17, akan diluncurkan ke orbit pada 2019. Peluncurannya akan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 tanpa biaya tambahan. Spacecom menyatakan, bahwa Israel bersedia membayar SpaceX senilai US$ 62 juta (sekitar Rp 852 miliar) untuk meluncurkan satelit kedua, Amos-8, satu tahun setelahnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kesepakatan tersebut merupaka sebuah berita baik untuk Spacecom setelah beberapa tahun mengalami kemunduran akibat ledakan SpaceX. Pada 2015, Spacecom kehilangan salah satu satelitnya. Awal tahun ini salah satu pemegang sahamnya menjadi target investigasi keamanan.

Kobaran api terlihat dari lokasi peluncuran roket SpaceX Falcon 9 di Cape Canaveral, Florida, AS, 1 September 2016. Meski roket tersebut hancur, namun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. U.S. Launch Report/Handout via REUTERS

Amos-17 dibeli dari Boeing Atellite System International dengan harga US$ 161 juta (sekitar RP 2,1 triliun). Satelit ini akan digunakan Spacecom untuk memenuhi kebutuhan pasar akan perkembangan pelayanan satelit di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa.

Peluncurannya akan dilakukan pada kuartal kedua 2019 dan akan beroperasi selama 19 tahun. Sedangkan Amos-8 akan diluncurkan satu tahun setelahnya, yaitu pada pertengahan tahun 2020.

Simak artikel menarik lainnya tentang satelit dan kabar terbaru SpaceX juga Spacecom hanya di kanal Tekno Tempo.co.

REUTERS | KISTIN SEPTIYANI | AMB

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus