indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 1)

Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 1)

Jalaludin Rakhmat. TEMPO/Praga Utama

TEMPO.CO, Jakarta - Perseteruan antara penganut Sunni dan Syiah bukanlah hal baru. Konflik ini telah berjalan ribuan tahun. Lokasi bentrokan tak cuma di Indonesia saja, melainkan pada banyak negara. Karena itu, cendekiawan Jalaluddin Rakhmat menyatakan konflik Sunni-Syiah bukan problem lokal atau nasional, melainkan permasalahan internasional.

Ketika Tempo berkunjung ke kediamannya, Kamis, 29 Agustus 2012, lelaki yang biasa disapa Kang Jalal ini bercerita soal Syiah di Indonesia. Mulai dari proses penyebaran, konflik, cara beribadah, hingga ancaman yang kerap diterima pengikut Syiah. Dan inilah hasil perbincangan wartawan Tempo: Choirul Aminuddin, Erwin Zachri, Cornila Desyana, dan Praga Utama dengan Ketua Dewan Syuro ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia itu.

Kapan kali pertama Syiah masuk Indonesia?
Tak ada yang tahu pasti karena tidak pernah ada sejarah yang mencatatnya. Tapi saya duga, Islam yang pertama kali masuk ke Aceh sekitar abad ke-8 atau waktu Dinasti Abbasiyah. Ketika itu, orang Hadramaut dari Arab masuk ke Aceh untuk berdakwah. Tapi mereka tak menunjukkan dirinya Syiah. Melainkan ber-taqiyah (berpura-pura) menjadi pengikut mahzhab Syafi'i. Karena itu, secara kultur Nahdlatul Ulama adalah Syiah. Tapi tak pernah ada sejarah yang merekam jejak mereka. Jadi, dianggapnya tak ada Syiah di kala itu. (Baca juga: Penyebaran Syiah di Aceh )

Kenapa mereka berpura-pura menganut Mahzab Syafi'i?
Mereka tetap orang Syiah. Tapi di luarnya mempraktikkan mahzab Syafi'i. Tujuannya untuk melindungi diri dari serangan.

Apa yang membuat Anda yakin Syiah sudah masuk Indonesia kala itu?
Anda bisa lihat dari beberapa tradisi di Indonesia. Tabot, misalnya. Tradisi itu kerap dilakukan masyarakat Bengkulu pada 1 hingga 10 Muharram tiap tahunnya. Tak kurang dari seribu orang mengikuti Tabot. Mereka melakukan drama kolosal yang mengenang tragedi pembantaian keluarga nabi dan tewasnya Imam Hussein di Karbala.

Awalnya, tradisi itu diperkenalkan saudagar India yang kapalnya terdampar di Bengkulu. Tapi warga tak tahu jika tabot adalah tradisi Syiah. Sampai sekarang pemerintah dan warga Bengkulu tetap menggelar tabot, meskipun mereka bukan Syiah. (Baca: Tabot, Jejak Syiah dalam Tradisi Indonesia)

Lalu kapan jejak Syiah di Indonesia mulai terbaca sejarah?
Pada penyebaran gelombang kedua, Syiah masuk sekitar 1982. Berawal dari revolusi Islam di Iran pada 1979-1980-an, yakni peristiwa perebutan kekuasaan di Iran dari pemerintahan otokrasi, Mohammad Reza Shah Pahlavi, oleh ulama tua, Ayatullah Rohullah Khomeini. (Baca juga: Syiah Berkembang di Indonesia Pasca-Evolusisi Iran)

Kakek ini (Khomeini) menarik perhatian mahasiswa. Buat gerakan Islam di Indonesia yang selalu gagal dalam pertarungan politik, Imam Khomeni dianggap sebagai harapan. Ia menjadi lambang negara dunia ketiga yang melawan Amerika.

Mahasiswa yang dilarang berkegiatan sosial oleh pemerintah kembali ke masjid. Mereka mengulas buku-buku revolusi Iran, mengenal Syiah, mempelajari ideologi serta filosofinya. Kemudian muncullah Syiah di kalangan pelajar yang berpusat pada masjid kampus.

Kelompok Syiah pertama kali muncul di daerah mana?
Di Bandung. Lalu Syiah masuk ke HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan mulai tersebar ke kampus di daerah lain. Aktivis HMI menyebarkan ajaran Syiah secara sistematis, yakni melalui pelatihan kepemimpinan. (Baca juga: Bandung, Kantong Syiah Terbesar di Indonesia )

Syiah di masa itu sudah menimbulkan protes dari masyarakat?
Belum. Bahkan masyarakat tak merisaukan kesibukan mahasiswa yang mempelajari Syiah. Sebab mereka tak membicarakan soal fiqih. Jadi hanya dianggap sebagai gerakan intelektual.

Lalu kapan Syiah mulai diprotes?
Pada gelombang ketiga. Waktu orang-orang sudah mengerti ideologi dan filofosi Syiah. Kemudian mereka ingin mengenal Syiah dari segi fiqih. Mereka belajar dari habib yang pernah belajar di Khum, Iran. Karena sudah masuk ke ranah fiqih, muncullah perbedaan paham. Dan timbullah benih konflik.

Apa sampai di situ saja penyebaran Syiah di Indonesia?
Tidak. Ada gelombang keempat, ketika orang Syiah mulai membentuk ikatan. Misalnya Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia, IJABI. Berdiri 1 Juli 2000, IJABI merupakan organisasi massa yang diakui keberadaannya oleh Kementerian Dalam Negeri.

Tapi penyebaran kali ini tak mengutamakan fiqih, kami mengedepankan akhlak. Alasannya, fiqih sudah menimbulkan konflik. Sedangkan bagi kami, yang penting Islam bersatu dan Indonesia tenteram. Jadi IJABI lebih fokus pada kegiatan sosial.

Baca juga:
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 1)
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 2)
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 3)
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 4)
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 5)
Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia (Bagian 6)




CORNILA DESYANA

Berita Terkait
EDISI KHUSUS: Syiah Indonesia
Syiah Berkembang di Indonesia Pascarevolusi Iran

Bandung, Kantong Syiah Terbesar di Indonesia

4 Periode Penyebaran Syiah di Indonesia

Bagaimana Kronologi Syiah Masuk Sampang?

Kang Jalal: Konflik Sampang Bukan Soal Keluarga

Berapa Populasi Syiah di Indonesia

Rusuh Sampang, Siapa Roisul Hukama?

Iran Tak Pernah Bantu Syiah Indonesia

Soal Ibadah, Umat Syiah di Indonesia Tak Tertutup


Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Seperti kita ketahui PPP adalah Parati exclusive Islam yang anti HAM, Idiology PPP hampir sama dengan Taliban yang Radikal, tidak toleransi dengan perbedaan interpretasi dlm Islam dan perbedaan budaya dlm negere Bhineka Tunggal Ika,......Ribuan Muslim Ahmadiyah dan Shia yang terusir dari rumahnya dan teraniaya.....Kedua tidak menghormati kedatangan Lady Gaga ke Jakarta karena tidak sesuai dengan budaya Islam......... Mudah2an pemerintahan RI benar2 melindungi HAK ASASI MANUSIA,HAK AHMADIYAH,HAK SYIAH, HAK KRISTEN DAN HAK WANITA DLL Semoga ALLAH memberikan petunjuk kepada ulama2 Islam Garis Keras dan pemerintah untuk menegakan keadilan untuk semua rakyat tanpa ada diskriminasi karena berbeda agama dan suku. ...... IF WE LOVE EACH OTHER,WE CAN ACHIEVE A BIG THING IN THIS COUNTRY. BUT IF WE HATE EACH OTHER WILL BE DESTROYED COMPLETELY.... HATE STIR UP VIOLENCE AND CONFLICT. ...... PROF.DR.HM.QURAISH SHIHAB---VS---RIEZIQ SHIHAB ........ http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-lady-gaga.html
0
7
"Kenapa mereka berpura-pura menganut Mahzab Syafi'i? Mereka tetap orang Syiah. Tapi di luarnya mempraktikkan mahzab Syafi'i. Tujuannya untuk melindungi diri dari serangan." Serangan siapa? Ahlusunnah? wong islam aja belum masuk ketika ulama hdramaut ke aceh... IQ?
0
0
apa betul Ayatullah di Iran merupakan imam besar anda????? jgn eksport kekerasan sunni-syiah di NKRI
9
1
Assalamu''''alaikum wrwb. Mudah2an pemerintahan RI benar2 melindungi HAK ASASI MANUSIA,HAK AHMADIYAH,HAK SYIAH, HAK KRISTEN DAN HAK WANITA DLL Semoga ALLAH memberikan petunjuk kepada ulama2 Islam Garis Keras untuk mencin*SENSOR* semua agama,suku dan bangsa. IF LOVE EACH OTHER,WE CAN ACHIEVE A BIG THING IN THIS COUNTRY. WITH LOVE. PROF.DR.HM.QURAISH SHIHAB---VS---RIEZIQ SHIHAB http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-lady-gaga.html
Wajib Baca!
X