Harga CPO di Sumatera Selatan Mulai Naik

Harga CPO di Sumatera Selatan Mulai Naik

Pekerja memuat Crude Palm OIL (CPO) ke dalam drum di kawasan pelabuhan Priok, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Palembang - Harga minyak sawit mentah atau CPO di Sumatera Selatan, Kamis, 11 Oktober 2012, tercatat Rp 7.394 per kilogram atau naik tipis dibandingkan dengan harga sebelumnya, yaitu Rp 7.376.

Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Perkebunan setempat, disebutkan, sejak awal September hingga saat ini harga CPO fluktuatif, sesuai dengan pasar di luar negeri. "Ada kenaikan," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Minarsih, Kamis, 11 Oktober 2012.

Ia menjelaskan CPO selain mengikuti perkembangan harga pasar di luar negeri, ditetapkan melalui rapat rutin setiap bulan dua kali antara dinas terkait dengan sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit di provinsi tersebut.

Minarsih menambahkan, harga CPO saat ini naik. Walaupun hanya terjadi peningkatan Rp 18 dari sebelumnya, kenaikan itu cukup membantu pengusaha.

Harga patokan pembelian buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) pada periode September hingga 11 Oktober 2012 juga selalu terjadi perubahan, sesuai dengan hasil kesepakatan dalam rapat rutin tersebut.

Harga tandan buah segar saat ini, katanya, di kisaran Rp 1.487 per kilogram, atau menurun dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 1.503.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, penetapan harga CPO maupun tandan buah dalam rapat rutin tersebut selalu dihadiri belasan penanggung jawab perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah memasarkan hasil komoditas itu.

Beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang rutin mengikuti rapat tersebut antara lain PT Tania Selatan, PT Aek Tarum, PT Mitra Ogan, PT Lonsum, dan PT Minanga Ogan.

CPO dan tandan buah yang dipasarkan itu dihasilkan dari puluhan perusahaan perkebunan dengan total luas mencapai kisaran 600 ribu hektare. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar pada beberapa daerah penghasil seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Lahat, termasuk Pagaralam dan Musirawas.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan menyebutkan bahwa total nilai ekspor CPO Sumatera Selatan periode Januari-Juli 2012 menghasilkan devisa US$ 48,827 juta.

Pada periode Januari-Juli 2012, total ekspor Sumsel US$ 2,275 miliar. Dari jumlah itu, US$ 48,827 juta di antaranya disumbang oleh CPO.

PARLIZA HENDRAWAN

Berita lain:

BEI Akan Selidiki Kabar Penjualan Saham Bumi

Tak Taati Aturan Asuransi, Lima Maskapai Ditegur

Maersk Line Perluas Produk ke Indonesia

Brunei Minat Investasi di Kalimantan dan Papua

Medco Eksplorasi Panas Bumi di Gunung Ijen




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X