Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Nasib Masjid Ahmadiyah di Bandung, Tak Jelas  

image-gnews
Jemaah Ahmadiyah berkumpul di depan Masjid An Nashir, Bandung, Jawa Barat, seetlah tak diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Adha pasca perusakan masjid oleh anggota Front Pembela Islam, Jumat (26/10). TEMPO/Prima Mulia
Jemaah Ahmadiyah berkumpul di depan Masjid An Nashir, Bandung, Jawa Barat, seetlah tak diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Adha pasca perusakan masjid oleh anggota Front Pembela Islam, Jumat (26/10). TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Nasib Masjid An-Nasir 1948, di Jalan Haji Sapari 47, Kecamatan Astana Anyar, kini tak jelas. Kamis, 25 Oktober 2012 malam, masjid Ahmadiyah ini diserbu puluhan anggota Front Pembela Islam. Upaya mediasi yang dilakukan polisi sampai kini juga tak jelas hasilnya.

Menurut saksi di lokasi kejadian, penyerbuan puluhan anggota FPI terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa dari mereka sempat merangsek ke pintu gerbang masjid dan memecahkan lampu di halaman masjid. Satu anggota lainnya sempat masuk ke dalam dan memecahkan kaca jendela kantor di balik pintu gerbang.

Saat Tempo tiba di lokasi, beberapa anggota kepolisian tampak membersihkan pecahan kaca di koridor di balik pintu gerbang. Puluhan polisi, terutama yang tanpa seragam, tampak memenuhi halaman dan jalan raya di depan An-Nasir.

Wakil Kepala Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, membenarkan telah terjadinya kericuhan di An-Nasir. Keributan dan perusakan oleh anggota FPI tersebut terjadi saat polisi berusaha memediasi pertemuan kedua pihak di markas Polsek Astana Anyar. FPI menuntut Ahmadiyah untuk tidak merayakan Idul Adha.

"Sebetulnya kami sudah memprediksi adanya aksi FPI ke sini. Saat mereka (massa FPI) datang pun sebetulnya sudah anggota kepolisian berjaga di sini (kawasan An-Nasir)," katanya. "Namun, ketika sedang proses (negosiasi di kantor polisi), beberapa anggota FPI tak terkendali sampai melakukan perusakan."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu aktivis FPI, M. Asep Abdurahman alias Utep, menuturkan, semula organisasinya hanya melakukan sweeping kegiatan maksiat di jalanan Kota Bandung. "Tapi pas melintas masjid itu (An-Nasir) kami lihat ada simbol-simbol Ahmadiyah terpasang. Kami lalu menanyakan ke dalam, ternyata ada kegiatan untuk besok (Idul Adha). Di dalam masjid ada sekitar 10 orang Ahmadiyah," tuturnya.

Di markas Polsek Astana Anyar, FPI memaksa Ahmadiyah untuk meneken pernyataan penghentian kegiatan Idul Adha. Tapi, perwakilan Ahmadiyah menolaknya. "Karena negosiasi buntu, kami kembali ke masjid mereka dan memecahkan kaca," kata Utep.

ERICK P. HARDI

Berita Terpopuler:
Ancaman Pemanggilan DPR, Ini Respons Dahlan Iskan

Angelina Sondakh Digosipkan Hamil, Apa Kata Ayah?

Marzuki Alie Tersinggung oleh Dahlan Iskan

Ayah Tega Menzinai Tiga Putrinya Bertahun-tahun

Penyu 215 Juta Tahun Ditemukan di Tempat Sampah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Viral Pengeroyokan, India Marak Aksi Kekerasan atas Nama Agama

27 Juni 2019

Seorang pengunjuk rasa memegang poster selama protes menentang aksi main hakim sendiri sampai mati terhadap seorang pria Muslim Tabrez Ansari oleh gerombolan Hindu, di Kolkata, India, 26 Juni 2019. [REUTERS / Rupak De Chowdhuri]
Viral Pengeroyokan, India Marak Aksi Kekerasan atas Nama Agama

Protes kekerasan atas nama agama digelar di India, setelah gerombolan Hindu melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria Muslim pekan lalu.


SETARA Curiga Kekerasan Pemuka Agama Sebagai Sebuah Rangkaian

20 Februari 2018

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina, DI Yogyakarta, Minggu (11/2)11 Februari 2018. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyerangan gereja ini. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
SETARA Curiga Kekerasan Pemuka Agama Sebagai Sebuah Rangkaian

Hendardi mengatakan bahwa tujuan dari pihak yang melakukan penyerangan itu, yakni menciptakan instabilitas.


Kasus Kebaktian Pulogebang: Djarot Minta?Penghuni Rusun?Toleran

26 September 2017

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Gedung KPK guna melakukan kerjasama dalam bidang pengawasan pajak Provinsi DKI Jakarta, 25 September 2017. Tempo/Muhammad Irfan Al Amin
Kasus Kebaktian Pulogebang: Djarot Minta?Penghuni Rusun?Toleran

Djarot mengatakan tindakan Joker membubarkan kebaktian Pulogebang tidak mencerminkan Islam yang damai dan penuh rahmat.


Rusun Tempat Kebaktian Pulogebang Jadi Percontohan Toleransi

26 September 2017

Pembentukan Forum Komunikasi Antar Agama dan Suku untuk Rusun Pulogebang pada Senin, 25 September 2017, di Rusun Pulogebang. Pembentukan forum ini dipicu kasus kebaktian Pulogebang. Warga Rusun Pulogebang
Rusun Tempat Kebaktian Pulogebang Jadi Percontohan Toleransi

Setelah kasus kebaktian Pulogebang terjadi, Forum Komunikasi akan menunjuk perwakilan dari agama dan suku pada setiap blok selaku komunikator.


Polisi Ungkap Dampak Video Viral Rusuh Kebaktian Pulogebang

26 September 2017

Surat permintaan maaf dari Nasoem Sulaiman alias Joker. Surat ini dibuat Nasoem setelah proses media bersama pihak jemaat KGPM Sidang Daniel, warga dan Polsek Cakung, Jakarta Timur. FOTO: Dokumentasi Warga
Polisi Ungkap Dampak Video Viral Rusuh Kebaktian Pulogebang

Sukatma pun menerangkan bahwa video rusuh kebaktian Pulogebang yang viral tersebut tidak lengkap .


Kasus Perusuh Kebaktian Pulogebang Dianggap Selesai Setelah...

26 September 2017

Surat permintaan maaf dari Nasoem Sulaiman alias Joker. Surat ini dibuat Nasoem setelah proses media bersama pihak jemaat KGPM Sidang Daniel, warga dan Polsek Cakung, Jakarta Timur. FOTO: Dokumentasi Warga
Kasus Perusuh Kebaktian Pulogebang Dianggap Selesai Setelah...

Tokoh masyarakat telah membuat kesepakatan agar insiden pembubaran kebaktian Pulogebang tidak terulang.


Komnas Perlindungan Anak Minta Kasus Kebaktian Pulogebang Diusut

25 September 2017

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait berkunjung ke lokasi penggusuran di Pasar Ikan Luar Batang, Jakarta, 19 April 2016. TEMPO/Rezki
Komnas Perlindungan Anak Minta Kasus Kebaktian Pulogebang Diusut

Arist?berpendapat, menjalankan ibadah, termasuk kebaktian?Pulogebang,?adalah hak fundamental yang dilindungi secara universal.


Pria Perusuh Kebaktian Pulogebang Sudah Kembali ke Rusun

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Pria Perusuh Kebaktian Pulogebang Sudah Kembali ke Rusun

Pria bernama Nasoem Sulaiman alias Joker terekam kamera tengah membubarkan kebaktian Pulogebang


Sisi Lain Joker Si Perusuh Kebaktian Pulogebang

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Sisi Lain Joker Si Perusuh Kebaktian Pulogebang

Nasoem alias Joker rajin beribadah dan menjadi tokoh masyarakat di rusun. Dia dibawa ke kantor polisi lantaran membuat rusuh kebaktian di Pulo Gebang.


Begini Permintaan Maaf Joker Telah Ganggu Kebaktian Pulogebang

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Begini Permintaan Maaf Joker Telah Ganggu Kebaktian Pulogebang

Tak sampai 24 jam setelah mengganggu kebaktian di Rumah Susun Pulogebang, Joker dihajar empat orang pria bertubuh tinggi dan besar di rumahnya.