indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kepailitan Batavia Air Dinilai Mencurigakan

Kepailitan Batavia Air Dinilai Mencurigakan

Batavia Air. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menganggap kepailitan Batavia Air mencurigakan. "Ada sesuatu di Batavia yang masih misteri. Kita tidak tahu intrik di baliknya," kata Ketua Forum Transportasi Udara MTI, Suharto Abdul Majid, saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 Februari 2013.

Ia berpendapat, dengan jutaan penumpang setiap tahun, rute internasional yang dioperasikan, serta pesawat yang dimiliki, Batavia Air seharusnya mampu melunasi utang-utangnya. Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, setiap perusahaan penerbangan diwajibkan memiliki dana cadangan yang memadai. "Ada bank garansi yang menjamin," ucapnya.

Suharto menuturkan, dengan adanya garansi tersebut, jika terjadi sesuatu seperti kepailitan, sudah ada jaminan bank yang dapat melunasi utang perusahaan penerbangan. Ia yakin Batavia Air memiliki dana cadangan.

Ia pun mengatakan, jangka waktu penyelesaian utang Batavia Air tergantung kemauan perusahaan penerbangan itu. Suharto mengatakan, jangka waktu penyelesaian utang bisa dilakukan dalam satu bulan, bahkan satu tahun. MTI berpendapat kepailitan Batavia Air terjadi secara tiba-tiba. "Peluang sengaja dipailitkan, bisa saja," kata Suharto.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus memiliki instrumen kuat untuk menilai kinerja maskapai. "Sebaiknya Kementerian Perhubungan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi laporan keuangan yang masuk dari maskapai," ujarnya.

Ia mengatakan, aturan mengenai laporan keuangan maskapai juga dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam undang-undang tersebut, maskapai wajib menyampaikan laporan kinerja keuangan kepada Kementerian Perhubungan tiap tahunnya di bulan April. Laporan keuangan, termasuk neraca laba dan rugi, sebelumnya harus melalui proses audit oleh akuntan publik yang terdaftar.

Pemerintah, kata dia, harus memperketat pengawasan terhadap kinerja keuangan atau aspek bisnis perusahaan penerbangan. Suharto pun menyarankan Kementerian Perhubungan untuk menyusun kriteria kesehatan keuangan perusahaan penebangan. "Sehingga secara dini bisa diketahui indikasi ke arah kebankrutan maskapai," ujarnya.

Suharto mengingatkan, jangan sampai laporan keuangan yang masuk hanya formalitas. Ia menjelaskan, ada kemungkinan laporan keuangan dibuat sebanyak dua hingga tiga versi, tergantung permintaan dan kepentingan. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan suatu sistem yang bisa memastikan kebenaran laporan keuangan maskapai. Ia berpendapat pemerintah bisa menggandeng institusi keuangan dan perbankan seperti Bank Indonesia, untuk menyiapkan sistem tersebut.

Kementerian Perhubungan mengungkapkan, setiap maskapai memang memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan kepada Kementerian Perhubungan. "Tapi laporannya bersifat umum, melalui cash flow," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan. Ia mengatakan, susah untuk mendeteksi awal kebangkrutan suatu maskapai.

Bambang menjelaskan, Kementerian Perhubungan tidak bisa masuk terlalu dalam pada masalah keuangan maskapai karena adanya aturan otoritas keuangan. Jika maskapai mengalami hambatan dalam bisnis, kata dia, yang harus diutamakann adalah menanggulangi para penumpang yang sudah membeli tiket.

Namun kementerian tetap melakukan pengawasan. "Jika cash flow-nya jelek, perusahaan mengabaikan pilot dan perawatan pesawat, baru kita melakukan langkah," kata Bambang. Ia mengungkapkan, sejak awal Kementerian Perhubungan melakukan pembinaan dengan meneliti business plan maskapai.

Pembinaan dilakukan antara lain dengan memberi masukan tentang rute-rute yang tidak berat dalam persaingan. "Maskapai juga bisa diberi privilege agar rute tidak dimasuki pesaing selama tiga tahun," ujar Bambang. Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan terhadap perusahaan penerbangan agar bisa hidup.

MARIA YUNIAR

Baca juga

Usai Nyoblos, Deddy Mizwar Jamu Warga Makan Bakso

Aher di Bandung, Deddy Mizwar di Pondok Gede

Aher Optimistis Menang Satu Putaran

EDISI KHUSUS: Rame-Rame Naik Gunung

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X