indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Koordinator Kontras, Haris Azhar. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) telah memantau tempat penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari hasil pantauan lapangan, Kontras menyimpulkan aksi penembakan terencana dan dilakukan profesional.

“Penembakan itu rapi, cepat, dan terencana. Pelaku dibekali dengan banyak informasi,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar kepada wartawan, Ahad, 24 Maret 2013.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Sabtu, 23 Maret, sekitar pukul 00.30 dinihari. Sekitar 17 orang menerobos masuk penjara Cebongan. Pelaku menggunakan baju sipil, berompi, bercelana panjang, sebagian bercelana jin, dan memakai penutup muka.

Malam itu penjara hanya dijaga oleh delapan sipir. Dua di antaranya berjaga di meja piket bagian depan. Haris mengatakan saat peristiwa terjadi, situasi di sekitar penjara sepi. Lokasinya memang sedikit jauh dari jalan utama. Penjara itu, kata Haris, dikelilingi oleh sawah dan kebun. Hanya ada beberapa rumah warga di dekat penjara, dua di depan, dan satu di samping. Rumah di bagian depan penjara pun belum selesai dibangun. “Di lokasi atau jalan di depan tidak terlihat lampu yang bisa menerangi,” katanya.

Pelaku merangsek mulai masuk ke area penjara sekitar pukul 00.30. Berdasakan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian terlihat ada tiga truk di dekat penjara. Namun, tak bisa dipastikan apakah ketiga truk tersebut terkait dengan penyerangan.

Untuk menembus penjagaan penjara, pertama-tama seorang di antara pelaku mengaku sebagai aparat Kepolisian Daerah Yogyakarta yang hendak mengambil tahanan dari dalam penjara. Ia datang dan berbicara pada petugas piket yang berjaga di area depan penjara.

Haris mengatakan, ada dua lapis penjagaan di dalam penjara, yakni lapis dalam dan lapis luar. Lapis pertama adalah gerbang yang memisahkan bagian piket penjara dengan pekarangan luar. Pelaku yang bepura-pura berasal dari aparat kepolisian menunjukkan surat kepada petugas piket, mengatakan ingin berkoordinasi dengan empat tahanan yang jadi sasaran.

Petugas piket kemudian memanggil kepala keamanan. Sesaat setelah kepala keamanan datang, pintu gerbang dibuka. Saat itulah belasan pelaku lain merangsek masuk. Mereka menggunakan senjata laras panjang dan menodongkannya ke penjaga. Sebagian di antaranya masuk ke penjagaan lapis dalam sembari menodong dan menyandera sipir. “Tindakan ini juga disertai ancaman pengeboman,” kata Haris.

Menurut pengakuan Sukamto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, anak buahnya sempat dianiaya dan diseret oleh pelaku. Terlihat dari bercak darah di lantai penjara. “Bercak darah ada sampai lantai dua,” kata Haris.

Beberapa pelaku menanyakan pada sipir di sel mana empat sasaran mereka ditempatkan. Beberapa penjaga tidak tahu di mana empat tahanan yang baru sehari diserahkan oleh Polda tersebut. “Sipir dipaksa mengaku dengan dianiaya,” kata Haris.

Akhirnya ada penjaga yang mengetahui di mana empat tahanan itu berada. Sasaran berada di sel 5A. Pelaku mengambil kunci-kunci sel dan diserahkan pada penjaga yang mengetahui keberadaan sasaran.

Setibanya di sel 5A, pelaku menemukan ada 35 tahanan berada di sana. Mereka ditanya mana yang merupakan pelaku pembunuhan Sersan Satu Santoso. “Terjadi kepanikan di dalam sel hingga akhirnya empat orang terpisah dari tahanan lainnya,” kata Haris.

Setelah terpisah, salah seorang pelaku memberondong sasaran dengan peluru. Empat orang tewas di dalam sel. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi.

“Yang eksekusi hanya satu orang,” ujar Haris. “Ini seperti operasi buntut kuda. Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran semakin sedikit, dan yang mengeksekusi hanya satu orang,” ujarnya.

Seusai menghabisi sasaran, pelaku meminta penjaga menunjukkan tempat kontrol Closed Circuit Television (CCTV) berada. Petugas mengatakan tempat kontrol ada di ruangan Kepala Lapas di lantai dua. “Pintu lalu didobrak dan CCTV diambil,” katanya.

Haris mengatakan rentetan penyerangan hanya dilakukan dalam waktu 15 menit. Salah seorang di antara pelaku ada yang berperan sebagai penjaga waktu. “Saksi mengatakan ada satu pelaku yang berulang-ulang melihat jam di tangannya,” katanya.

Kontras merangkum kronologi kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian, di antaranya adalah kepala penjara Sukamto. Kontras juga menyambangi penjara Cebongan sehari setelah kejadian.

ANANDA BADUDU

Berita terpopuler:

Asrama Mahasiswa NTT di Yogya Ditinggal Penghuni

Sultan Khawatirkan Keselamatan Mahasiswa NTT

Korban Penembakan Lapas Pernah Bertugas di Aceh

Pengunjung Rutan Tak Lihat Angelina Sondakh

Penyelenggara Demo 25 Maret Panen Teror

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
2
kontras pembela preman..,......, atau kontras=preman??,,.....
2
7
Koq yang dimasalahin Eksekusi "Pembunuh" Pada Bego kali yaa .... mustinya Yang jadi Fokus: Pembunuhan di tempat Keramaian ! Mudah mudahan ~ Gue DO'A in ... semua anggota Kontras dan Keturunannya ~ pada dibunuhin ama Preman di : Pasar, Mall, Rumah dan tempat keramaian yang mustinya aman !!
2
26
oprasi militer lg dunk... msi banyak preman di jogja nih.... kemana2 masih resah... pilih ketemu aparat ketimbang ketemu Preman..!!! HAM memang tempat aman berlindung para PREMAN..!!
0
6
Lebih baik kita tunggu hasilnya,..jgn saling menuduh tanpa bukti...siapa saja bebas berkomentar.
6
0
Halo.... kami menyediakan paket sekolah untuk menjadi pilot dengan biaya sangat hemat,durasi singkat, Dapat Laptop, Diskon Rp. 20 Juta, di Filipina.. Jika kamu berminat find us on line/twitter/ig: @overseaszone atau WhatsApp: 081385000810 / pin Bb: 320A8A5B www.overseaszone.com
Selanjutnya
Wajib Baca!
X