Pengusaha: Hukum Pabrik yang Sekap Buruh Panci

Pengusaha: Hukum Pabrik yang Sekap Buruh Panci

Petugas kepolisian membawa pemilik pabrik pembuatan alat dapur (kanan) di kawasan Tangerang, Banten, (3/5). 25 orang karyawan disekap dan pemilik pabrik juga memperkerjakan anak dibawah umur. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Franky Sibarani, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk menghukum pemilik pabrik panci aluminium CV Cahaya Logam di Kabupaten Tangerang. Pabrik itu menyekap dan menyiksa 25 buruhnya bak zaman perbudakan.

"Itu merupakan sebuah kasus pidana, dan kita sangat mengecamnya," kata Franky, Sabtu, 4 Mei 2013. Selain melakukan perbudakan, pengusaha pemilik pabrik panci juga melanggar ketentuan upah minimum yang harus dibayar pengusaha. Di Kabupaten Tangerang, upah minimum regional buruh adalah Rp. 2.203.000. Sedangkan buruh pabrik panci itu hanya dibayar Rp 600 ribu per bulan.

Apindo juga mengatakan akan mendukung proses hukum yang telah dilakukan oleh kepolisian. Sejauh ini pihak kepolisian sudah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Yuki Irawan, 41 tahun, pemilik tempat usaha, dan empat mandor, yakni Sudirman (34), Teddi (35), Suparto (29), dan Nurdin alias Umar (25). Atas terungkapnya kasus itu, kelima tersangka terancam hukuman 8 tahun penjara sesuai Pasal 333 dan 351 KUHP.

CV Cahaya Logam adalah pabrik panci aluminium yang berlokasi di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Kepolisian Resor Tangerang menggerebek pabrik panci
itu pada Jumat, 3 Mei 2013. Di situ polisi menemukan 25 buruh dan lima mandor yang sedang bekerja dalam kondisi memprihatinkan. Pakaian yang dikenakan kumal dan compang-camping karena berbulan-bulan tidak diganti. "Kondisi tubuh buruh juga tidak terawat: rambut cokelat, kelopak mata gelap, dan berpenyakit kulit," kata polisi.

GALVAN YUDISTIRA


Topik terhangat:
Susno Duadji
| Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional


Baca juga:

Rayakan Hari Integrasi, Warga Papua Minta Merdeka

Ada Kantor OPM di Oxford, Dubes Inggris Dipanggil
Susno Duadji Menyerahkan Diri di Cibinong
Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X