Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas

Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas

TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Indonesia memborong penghargaan di ajang Asia Pacific Conference of Young Scientists 2013 di Palembang, Sumatera Selatan, 13-20 Mei 2013. Pada konferensi penelitian ilmiah untuk para siswa sekolah tingkat menengah se-Asia Pasifik itu, para peneliti remaja dari berbagai daerah meraih tiga emas, dua perak, tiga perunggu, satu penghargaan khusus, dan dua poster ilmiah terbaik.

"Penghargaan itu dari 12 karya ilmiah yang disertakan tim Indonesia," kata Direktur Eksekutif Surya Institute, Sri Setiowati Seiful, dari Palembang via telepon, Sabtu, 18 Mei 2013 kemarin.

Perinciannya, medali emas diraih Dionisius Hardjo Lukito dalam kategori Fisika, Natasha Kristie pada kategori Life Sciences, dan Putrie Rizki kategori Environmental Science. Medali perak diraih Harman Dewantoro pada kategori Matematika dan Dominicus Untariady pada Life Sciences. Medali perunggu diraih Indonesia Junior dan Randy Rentanaka kategori Environmental Science dan Desi Riana kategori Life Sciences.

Adapun penghargaan khusus untuk Best Effort diraih Firza Pratama pada lomba Computer Science. Sedangkan Best Poster diraih Edo Setiawan dan Dionisius Hardjo Lukito. "Dari semua pemenang, empat di antaranya siswa-siswa dari Palembang," kata Sri. "Sukses untuk para peneliti belia kita, ilmuwan masa depan Indonesia."

Asia Pacific Conference of Young Scientists 2013 digelar atas kerja sama Surya Institute dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Penyelenggaraan kedua ini diikuti sembilan negara, yakni dari Australia, Brunei Darussalam, Cina, Cina Taipei, Guam, Malaysia, Singapora, Thailand, dan tuan rumah Indonesia.

Sri menambahkan, capaian lain dari penyelenggaraan di Palembang itu adalah terbentuknya asosiasi guru-guru pembimbing riset. Asosiasi ini menjadi penting sebagai wadah para guru berbagi pemahaman soal riset di kalangan remaja. "Awalnya 15 guru ini yang akan memperluas jaringan ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Pada ajang yang sama di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, September tahun lalu, tim Indonesia meraih dua emas, tiga perak, serta empat perunggu. Selain itu tim juga meraih prestasi terbaik di Ilmu Lingkungan dan special award dari Ilmu Lingkungan.

Gubernur Sulawesi Selatan Alex Noerdin mengharapkan ajang tersebut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan. "Ajang ini merangsang perkembangan para peneliti remaja," katanya.

HARUN MAHBUB

Topik terhangat:
PKS Vs KPK
| E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


TEKNO
Terpopuler


Transfer Uang Mudah dan Cepat via Gmail
Pemanasan Global Picu Migrasi Hewan Laut

Merkuri Ancam Populasi Rubah Arktik

Detektor Getaran untuk Mencari Korban di Freeport





Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X