Wanita Ini 25 Tahun Tak Makan

Wanita Ini 25 Tahun Tak Makan

Manju Dhara, wanita yang tidak bisa makan makanan padat. Dailymail.co.uk

TEMPO.CO, New Delhi - Ada orang yang hidup hanya untuk makan dan ada yang makan untuk hidup. Namun, seorang wanita di India bisa hidup tanpa makan. Manju Dhara, wanita umur 25 tahun, bisa hidup tanpa makan. Sejak lahir wanita ini hanya minum susu, teh dan air.

Manju, yang tinggal di Sonipat, dekat New Delhi ini, mendapat asupan gizi dari susu. Dalam sehari, dia bisa mengonsumsi 4-5 liter susu. Menurut ibunya, Bhagwati Dharra, anaknya hanya mengkonsumsi minuman sejak lahir. "Susu, teh dan air. Kadang kala jus," ujarnya, Selasa, 11 Februari. Menurut Bhagwati, jika makan makanan padat, anaknya tiba-tiba muntah.

Hingga umur 2 tahun, Bhagwati tak mempedulikan ini. Seusai disapih, Bhagwati mencoba mengenalkan makanan padat pada anaknya, seperti roti dan beras. Namun, Manju kesakitan dan menangis. Manju menyatakan jika dia makan makanan padat, dia merasakan sakit. Kesakitan ini hingga menimbulkan gangguan psikis, dia takut melihat makanan padat. Sejak itu dia hanya mengonsumsi minuman.

Keluarganya mencoba memeriksakan Manju ke beberapa dokter. Ternyata Manju memiliki kelainan yang disebut achlasia. Kondisi ini adalah katup bagian bawah kerongkongan tak bisa terbuka sehingga makanan padat tak bisa masuk ke dalam perut. Makanan yang masuk hanya sampai ke tenggorokan dan keluar kembali.

Kelainan ini setidaknya juga disandang sekitar 6.000 warga Inggris. Umumnya disebabkan kerusakan saraf pada dinding tenggorokan. Sebuah otot melingkar yang disebut cardiac sphincter bertugas membuka tenggorokan. Pada orang normal, otot ini rileks sehingga tenggorokan bisa terbuka. Namun, pada pengidap achlasia, otot ini tegang dan tenggorokannya tertutup.

Keluarganya tak mampu membawanya ke meja operasi karena masalah ekonomi. Ramkanwar Dharra, ayah Manju, hanya bekerja sebagai tukang batu. Sebagai gantinya, keluarganya membeli sapi untuk diperah susunya agar konsumsi Manju tetap terjaga.

Nur Rochmi | dailymail

















Baca Juga:




















































Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X