Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Jakarta - Jaksa penuntut umum menuntut Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai hasil tes swab mertuanya, Rizieq Shihab di RS Ummi Bogor. "Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara dua tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata jaksa Nanang Gunayarto di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 3 Juni 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam tuntutannya, jaksa mendakwa Hanif telah melanggar Pasal 14 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 huruf 1 KUHP sebagaimana tertera dalam dakwaan primer. Hanif dianggap menyebarkan berita bohong mengenai hasil tes swab Rizieq.
Hal yang memberatkan Hanif Alatas dalam perkara itu, menurut Nanang, menyampaikan keterangan berbelit-belit di persidangan. "Hal yang meringankan terdakwa masih berusia muda, sehingga ada kesempatan memperbaiki diri di masa mendatang," ujar jaksa Nanang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Untuk Rizieq Shihab, jaksa menuntutnya dengan enam tahun penjara. Jaksa menganggap Rizieq terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 ayat 1 UU KUHP tentang penyebaran berita bohong.
Ketua Majelis Hakim Khadwanto kemudian memberikan waktu Rizieq Shihab untuk menyiapkan pledoi. "Kita lanjutkan Kamis depan, ya, tanggal 10 Juni," ujar Khadwanto.