Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Heboh Martabak, Netizen Indonesia dan Malaysia Ramai di Medsos

Netizen Indonesia dan Malaysia saling mengklaim makanan martabak. Hal ini diketahui melalui komentar di akun Twitter @thisisinsider.

7 Desember 2017 | 20.26 WIB

.
Perbesar
.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Netizen Indonesia dan Malaysia saling mengklaim makanan martabak. Hal ini diketahui melalui komentar di akun Twitter @thisisinsider.

Akun tersebut mengunggah sebuah video dalam proses pembuatan makanan martabak manis. Di cuitannya, akun yang berbasis di Manhattan, New York, ini menyebut martabak sebagai Kue Bandung.

Baca juga:
Pesohor di Twitter: dari Obama hingga Agnez Mo, Siapa Terpopuler?

"Kue bandung is a cheese lover's dream," tulis cuitan akun tersebut yang diunggah pada Kamis, 7 Desember 2017.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini



Martabak (tweeter/TabloidBintang)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Melihat unggahan ini, warganet dari kedua negara di Asia Tenggara ini justru saling mengklaim martabak berasal dari negara masing-masing.

"Ini apam balik. Ianya milik Malaysia!" komentar netizen Malaysia. "Kue Bandung? Itu nama kota dimana? Ini Apam Balik, Malaysia punya. Jangan semua kebudayaan & kuliner kita diklaim," tulis netizen lain.

Baca juga
John Mayer Gagal Konser karena Jalani Apendektomi, Apa Itu?
Ini Dia Penyebab Munculnya Difteri pada 2017

"This is indonesia's traditional treat mainly called martabak," kata warganet Indonesia. "You can find it in every corner of the street in Indonesia. Welcome," ujar netizen lain.

Tidak hanya netizen yang saling berdebat, ada pula warganet yang berusaha menengahi dengan menyebut asal makanan martabak sebenarnya dari Cina.

"In malaysia we called it, apam balik. But it is originally from indonesia though. Sorry indonesian for us who always claiming your things," tulis seorang warganet. "Calm your tits dude, it's originally from China," ujar netizen lainnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus