Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Hukum

Polri Jelaskan Salah Tembak 2 Warga Poso Oleh Satgas Tinombala

Polri mengatakan satgas Tinombala telah bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yakni dengan memberi peringatan terlebih dahulu.

6 Juli 2020 | 17.24 WIB

Sejumlah polisi berjaga di depan kamar jenazah tempat disemayamkannya jenazah Bharatu Moh Syaiful Muhdori di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 13 Desember 2019 malam. Bharatu Moh Syaiful yang bertugas dalam Satgas Operasi Tinombala tewas dalam kontak tembak dengan kelompok militan Poso pimpinan Ali Kalora usai shalat Jumat di Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (13/12/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Perbesar
Sejumlah polisi berjaga di depan kamar jenazah tempat disemayamkannya jenazah Bharatu Moh Syaiful Muhdori di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 13 Desember 2019 malam. Bharatu Moh Syaiful yang bertugas dalam Satgas Operasi Tinombala tewas dalam kontak tembak dengan kelompok militan Poso pimpinan Ali Kalora usai shalat Jumat di Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (13/12/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI membenarkan bahwa penyelidikan kasus dugaan salah tembak oleh Satuan Tugas atau Satgas Sinambola telah diambil alih dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Hingga saat ini, Polri masih memeriksa satu tim Satgas Tinombala yang beranggotakan 12 orang. Mereka adalah personel cadangan Mabes Polri yang ditugaskan ketika insiden salah tembak itu terjadi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Saat itu, 2 Juni 2020, sedang terjadi hujan, sehingga tidak ada masyarakat yang turun atau berada di KM 9 Desa Kawende, Poso. Kedua korban yang masuk ke area tidak melapor ke petugas di Pos Sekat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 Juli 2020.

Akibatnya, kata Awi, personel langsung menyergap kedua warga. Dalam penyergapan itu, Awi mengklaim petugas telah bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yakni dengan memberi peringatan terlebih dahulu.

Namun, peringatan itu, kata Awi, tidak dihiraukan oleh dua warga itu. "Petugas mengeluarkan tembakan peringatan, tetapi orang tersebut masih berupaya melarikan diri, lalu petugas melakukan penembakan hingga meninggal," kata dia.

Kemudian, personel pun mendekat ke arah korban. Setelah dicek, personel baru mengetahui jika kedua korban salah tembak ini adalah warga setempat.

Terkait proyektil peluru, Awi mengatakan sedang diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik. "Apabila seluruh rangkaian pemeriksaan sudah selesai, hasilnya nanti akan diserahkan kepada atasan yang berhak menghukumnya (Ankum) yakni Dankor Brimob Polri," ucap dia.

Operasi aparat Satgas Tinombala diduga salah sasaran. Dua petani di Poso bernama Syarifuddin dan Firman tewas diberondong tembakan saat tengah berteduh di kawasan Pegunungan Kawende Kilometer 9, Kecamatan Poso, Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Selasa, 2 Juni lalu.

Pegunungan Kawende merupakan wilayah operasi Satgas Tinombala. Tim gabungan kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia itu memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus