Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
INFO METRO - Dengan terus meningkatnya perkembangan Ibu Kota, kebutuhan akan air bersih terus naik setiap tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih yang defisit pada tahun 2015. Adakah yang dilakukan PALYJA untuk mengatasinya?
Untuk mengatasi kondisi ini, salah satu terobosan baru yang sukses dilakukan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) di tahun 2015 adalah mengoperasikan Instalasi Pengambilan Air (IPA) Baku Kanal Banjir Barat dengan menerapkan teknologi moving bed biofilm reactor (MBBR). Teknologi ini mutlak dibutuhkan mengingat ketahanan air Jakarta yang hanya sebesar lima persen. Hal ini karena sungai dan waduk di Jakarta memiliki tingkat polusi melebihi ambang batas mutu air baku yang dapat digunakan dalam pengolahan air bersih.
Teknologi MBBR di Instalasi Pengambilan Air Baku Kanal Banjir Barat ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Teknologi ini menggunakan partikel yang dinamakan Meteor yang dikembangkan oleh Degremont dengan material proprietary polyethylene biofilm carries, yang permukaannya dapat menjadi media tumbuh mikroorganisme alami. Mikroorganisme alami yang hidup dalam air inilah yang akan bermanfaat untuk menetralisasi polutan terlarut.
Proses pemurnian air menggunakan Meteor ini akan mengurai kadar polutan dalam air, seperti amonia. Air dari Kanal Banjir Barat akan masuk ke sebuah alat yang menyaring air dari sampah. Setelah itu, air akan masuk tangki sedimentasi, dan mengalir pada tangki yang berisi banyak Meteor untuk membebaskan kandungan amonianya. Dalam empat minggu operasional, amonia yang berhasil diurai mencapai 87 persen.
Hasilnya, air yang berasal dari Kanal Banjir Barat dapat digunakan sebagai air baku. Dengan teknologi ini, PALYJA berhasil menambah pasokan air baku sebanyak 550 liter per detik (lps) dari Instalasi Pengambilan Air Baku Kanal Banjir Barat. Air baku tersebut kemudian dialirkan ke IPA Pejompongan untuk diolah menjadi air bersih.
Dalam operasionalnya, Suez Environeement sebagai induk PALYJA bahkan tidak segan-segan menginvestasikan berbagai teknologi terbaik untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang tinggal di wilayah barat Jakarta. Untuk pembangunan penyaringan air dengan teknologi MBBR ini saja, PALYJA menghabiskan dana sebesar Rp 24,8 miliar.
Seperti disulap, dengan penggunaan teknologi MBBR, PALYJA berhasil meningkatkan akses air bersih terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 571 persen. Service coverage pun meningkat hingga 60 persen. Setidaknya diperlukan 12,8 meter kubik per detik air bersih untuk melayani 95 persen warga.
Penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan pasokan air kepada 150 ribu warga Jakarta. Ini merupakan langkah PALYJA meningkatkan pelayanan. Dengan teknologi penyaringan air tersebut, Kanal Banjir Barat mampu memasok air sebesar 550 liter per detik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini