Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Riyadh - Inggris dan Arab Saudi teken kerja sama militer dan operasi keamanan. Kabar tersebut disampaikan oleh kantor berita Saudi, SPA, Selasa, 19 September 2017.
"Kerja sama ini dimaksudkan juga untuk menghadapi kekuatan Iran di kawasan Teluk dan ISIS," tulis SPA.
Perdana Menteri Theresa May dalam keterangannya kepada media mengatakan, pada Desember 2017 ini, Inggris akan investasi lebih dari 3 miliar pounds atau sekitar Rp 40 triliun untuk kebutuhan pertahanan di negara-negara Teluk dalam beberapa dekade mendatang.
Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, melakukan diskusi kerja sama militer dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Wakil Perdana Menteri.
Negara-negara Teluk berpendapat bahwa Iran sedang mencoba memperluas pengaruhnya di negara-negara Arab, termasuk Suriah, Irak, dan Yaman. Sejak 2015, Arab Saudi dan sekutu Arab berperang melawan pasukan Houthi dukungan Iran yang menguasai sejumlah wilayah Yaman.
Hubungan ekat Inggris dengan negara-negara Teluk telah menarik perhatian dari kelompok hak asasi manusia, termasuk kritik mereka terhadap serangan udara Saudi dalam perang saudara di Yaman yang menewaskan ratusan warga sipil. Dalam perang tersebut, Inggris membantu pasukan Saudi.
MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini