Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Internasional

Muslim Selandia Baru Kutuk Serangan Masjid di Mesir

Muslim Selandia Baru mengutuk serangan masjid di Mesir. Selandia Baru minta pelaku diseret ke pengadilan.

28 November 2017 | 12.00 WIB

Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru (FIANZ). facebook.com
Perbesar
Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru (FIANZ). facebook.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Muslim Selandia Baru (FIANZ) serta komunitas muslim Selandia Baru shock dan sedih atas serangan ke Masjid Rawdah, Sinai Utara, Mesir, pada Jumat pekan lalu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Mereka mengutuk aksi brutal yang menewaskan 309 jamaah masjid, termasuk 28 anak, dan mengakibatkan 128 korban lainnya luka-luka.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru (FIANZ). facebook.com

Serangan mematikan dan menyebabkan puluhan orang luka-luka itu diyakini sebagai serangan teroris paling mematikan di Mesir.

"Tindakan tercela itu menyasar orang-orang tak berdosa, khususnya yang berada di dalam masjid untuk menunaikan salat Jumat. Aksi ini tidak masuk akal, memalukan dan bertentangan dengan ajaran Islam," kata Hazim Arafeh, Presiden FIANZ, seperti dikutip Scoop Independent News.

Menurutnya, Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Islam tidak membenarkan aksi melawan hukum, menyerang orang-orang tak berdosa termasuk harta benda mereka. Islam mencela segala bentuk terorisme.Warga Mesir berjalan di depan sejumlah jenazah korban tewas aksi serangan bom dan tembakan di dalam Masjid Rawdah di Ibukota Provinsi Sinai, Mesir, 24 November 2017. Saat ini belum terdapat kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. AFP PHOTO

"Membunuh orang tak berdosa dilarang dalam Islam. Mereka yang melakukan kejahatan ini pasti manusia gila yang harus diseret ke pengadilan," kata Hazim. Dia melanjutkan, "Kami mengutuk keras kejahatan kemanusiaan ini. Federasi juga meminta kepada otoritas Mesir menyeret para pelaku ke meja hijau."

Umat Islam Mesir dan seluruh dunia terkejut ketika sekitar 25-30 orang bersenjata menyerbu Masjid Rawdah, Sinai Utara, 24 November 2017.

Mereka melemparkan bom ke dalam masjid disusul tembakan acak ke arah jamaah yang sedang salat. Akibat aksi tresebut, 309 orang tewas termasuk 27 anak. Serangan itu juga mengakibatkan 128 orang dilarikan ke rumah sakit Mesir.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus