Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Brisbane – Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dikabarkan memiliki saham di sebuah hotel Australia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca:
Hotel ini bernama Brisbane’s Royal di Park Hotel lewat perusahaan investasi bernama Brunei Investment Agency atau BIA. Sultan juga disebut memiliki aset berupa tanah di kawasan Gold Coast, yang merupakan kawasan tujuan wisata, dan sejumlah investasi di perusahaan keuangan Australia.
“Dibandingkan dengan aset ekslusif lainnya milik sultan, aset properti di Australia relatif tidak terpantau,” begitu dilansir media News dengan mengutip Qnews pada Sabtu, 6 April 2019.
Baca:
Sejumlah hotel milik kesultanan Brunei menjadi sorotan dan sasaran aksi boikot terutama oleh tokoh Hollywodd seperti George Clooney baru-baru ini.
Ini sebagai bentuk protes diterapkannya hukum kriminal berbasis syariah yang menerapkan hukuman mati bagi para pelaku homoseksual dan pezina. Sultan diketahui memilik sejumlah investasi premium berupa hotel mewah di berbagai negara.
Sultan Hassanal dikabarkan memiliki saham di hotel bintang lima Dorchester Collection di Eropa dan AS. Dia juga menjadi pemegang saham di Beverly Hills Hotel di Los Angeles dan Meurice dan Plaza Athenenee di Paris, Prancis.
Baca:
Hotel Royel on the Park memiliki pemandangan indah karena menghadap ke Brisbane Botanic Gardens dan Brisbane River dimiliki oleh perusahaan Sejahtera One (Australia) Pty Ltd. Sejahtera One dimiliki sahamnya oleh pemegang saham tunggal yaitu BIA, yang merupakan badan investasi pengelola dana milik kerajaan Brunei.
Dana lembaga ini dikelola oleh sejumlah direktur atas nama pemerintah Brunei, yang dikontrol oleh Sultan Hassanal. BIA juga memiliki 10 persen saham di Paterson Securities, yang merupakan perusahaan saham dan keuangan di Australia. BIA diperkirakan memiliki aset senilai US$40 miliar atau sekitar Rp570 triliun. Sedangkan sultan diperkirakan memiliki aset senilai US$20 miliar atau sekitar Rp283 triliun.