Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Ohio – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat sejumlah kritik hingga ledekan karena mewarnai gambar bendera AS dengan warna keliru saat mengunjungi sebuah rumah sakit anak-anak di Ohio.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca:
Trump kedapatan difoto sedang mewarnai garis biru, yang seharusnya warna garis merah dan putih, pada gambar bendera AS saat duduk bersama anak-anak di Nationwide Children’s Hospital.
Garis merah dan putih sebanyak 13 garis mewakili jumlah koloni awal berdirinya AS.
“Garis merah dan putih di bendera AS. Trump seharusnya tahu ini mengingat dia mengomentari orang-orang yang memilih berlutut saat pertandingan sepak bola AS sebagai tindakan tidak menghormati bendera,” kata aktivis dan penulis lagu Holly Figueroa O’reilly seperti dilansir media Independent, Ahad, 26 Agustus 2018 waktu setempat.
Baca:
Saat kunjungan itu, Trump ditemani istri Melania dan Menteri Kesehatan Alex Azar. Alex juga mengunggah foto ini dan terlihat pada foto ketiga di cuitannya pada akun @secAzar.
The opioid crisis is one of our top priorities at HHS, with a drumbeat of action on the full range of efforts where we can assist local communities. Today, I joined @POTUS & @FLOTUS in Ohio to learn how states and communities are responding to the challenge of opioid addiction. pic.twitter.com/NwxSoeNznA
— Alex Azar (@SecAzar) August 25, 2018
Warna biru, seperti dijelaskan media Mashable, merupakan warna latar belakang pada kota di pojok kiri atas tempat 50 bintang, yang masing-masing mewakili satu negara bagian.
Baca:
Salah satu foto yang beredar di jejaring sosial atas nama akun Talia @2020fight menunjukkan Trump memang membuat garis warna biru itu sendiri dengan seorang bocah lelaki terlihat memperhatikan serius sambil menutup kupingnya.
Proof it’s real pic.twitter.com/prYOGetq33
— Talia (@2020fight) August 25, 2018
Media Mashable menulis Trump selama ini dikenal kerap mengkritik sejumlah pemain sepak bola AS di Liga Sepak Bola Nasional, khususnya yang berkulit hitam, yang memilih berlutut saat diputar lagu kebangsaan. Mereka berlutut sebagai bentuk protes terhadap tindakan brutal polisi dan kesenjangan rasial di AS.
“Tentunya, orang yang sangat menghormati bendera dan semua nilai yang diwakili bendera itu layaknya tahu di mana letak warna yang tepat pada bendera nasional,” begitu tulis Mashable.
Baca:
Salah satu netizen meledek Trump dengan mengatakan mungkin Trump sedang membuat warna bendera Rusia yang memang memiliki garis biru.
Sedangkan netizen yang membela Trump mengatakan warna biru sebagai bentuk dukungan Trump kepada polisi.
“Ini alasannya: dia mendukung polisi. Sederhana,” kata Robert Trader @wethepeopleT.
Ada juga yang mengaitkan kekeliruan ini sebagai pesan kepada Senator John McCain sebelum dia meninggal kemarin.
Menurut media Independent, Trump sebenarnya mengenakan pin pada jas formal yang dikenakannya sehingga bisa dengan mudah mencontoh warna asli bendera AS.