Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Olahraga

Raih Medali Emas Panjat Tebing Olimpiade Paris, Veddriq Leonardo: Ini Selalu Jadi Impian Saya

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, meraih medali emas nomor speed putra dalam cabang olahraga panjat tebing Olimpiade Paris 2024.

8 Agustus 2024 | 19.46 WIB

Gold medallist Veddriq Leonardo of Indonesia celebrates of the podium after the match Paris 2024 Olympics Climbing Men's Speed Victory Ceremony at Le Bourget Sport Climbing Venue, Le Bourget, France, August 08, 2024. REUTERS/Benoit Tessier
Perbesar
Gold medallist Veddriq Leonardo of Indonesia celebrates of the podium after the match Paris 2024 Olympics Climbing Men's Speed Victory Ceremony at Le Bourget Sport Climbing Venue, Le Bourget, France, August 08, 2024. REUTERS/Benoit Tessier

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, meraih medali emas nomor speed putra dalam cabang olahraga panjat tebing Olimpiade Paris 2024. Ia menang dengan selisih hanya 0,02 detik lebih cepat dari Wu Peng dari China yang finis dengan medali perak dalam pertandingan di Le Bourget Sport Climbing Venue, Paris pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Leonardo mencatatkan waktu 4,75 detik untuk meraih medali emas. "Saya merasa ini menakjubkan. Ini selalu menjadi impian saya, dan hari ini saya mewujudkan impian saya. Seluruh Indonesia bangga dengan medali emas ini,” kata dia yang menampakkan kegembiraan, dikutip dari Olympics.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Keberhasilan membuat Veddriq memenangkan medali emas pertama bagi Indonesia di Paris 2024. Selain itu, Sam Watson dari AS juga berhasil memecahkan rekor dunianya sendiri untuk membawa pulang medali perunggu. Watson gagal ke final setelah kalah dari Wu Peng di semifinal  setelah memecahkan rekor dunia 4,74 detik untuk mengalahkan Reza Alipour.

Daya Tarik Nomor Speed

Setelah babak kualifikasi pada hari Selasa lalu, hanya delapan pemanjat yang masih mengincar medali emas nomor speed putra pertama di Olimpiade. Olahraga panjat tebing dulunya merupakan satu acara gabungan di Tokyo 2020, namun kali ini nomor speed dipisahkan dari nomor boulder & lead.

Hal ini memungkinkan atlet panjat tebing dengan spesialisasi kecepatan menjadi pusat perhatian. Watson menjadi yang pertama dan mengalahkan Julian David dengan waktu 5,03 hingga 5,65. Di babak perempat final, peringkat dua dunia Wu mengalahkan juar dunia dan peringkat satu dunia, Matteo Zurloni hanya dengan selisih 0,002 detik, yaitu 4,995 detik vs 4,997 detik.

Leonardo, pemegang rekor dunia sebelumnya, kemudian menjadi yang tercepat (4,88 detik) ketika mengatasi perlawanan tuan rumah Bassa Mawem (5,26). Atlet asal Prancis itu akhirnya pensiun dari olahraga tersebut setelah Olimpiade Paris 2024.

Leonardo, pemenang Speed World Cup secara keseluruhan pada tahun 2021, 2022 dan 2023, mendapatkan personal best 4,78 detik untuk mengungguli Alipour (4,84 detik). Catatan itu kian tajam ketika Leonardo hanya 0,02 detik lebih cepat dari Wu Peng dan menjadi orang Indonesia pertama yang naik podium teratas di Olimpiade Paris 2024.

Arkhelaus Wisnu Triyogo

Arkhelaus Wisnu Triyogo

Lulus dari Universitas Indonesia program studi Indonesia pada 2014, ia bergabung bersama Tempo pada 2015. Sempat meliput politik dan hukum seputar Pemilu 2019, ia kini berfokus pada isu gaya hidup dan olahraga. Pada 2019, bersama Danang Firmanto, ia meraih ExCel Award, penghargaan untuk karya jurnalistik terbaik di bidang pemilu di kawasan ASEAN.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus