Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Boyolali - Bermodal tabungan ditambah uang hasil saweran dari sebagian warganya, tujuh kepala suku dari Papua rela menebus tiket pesawat untuk terbang ke Solo untuk menghadiri pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, pada Rabu, 8 November 2017.
Tujuh kepala suku tersebut di antaranya dari Suku Moi, Teminabuan, Biak, Serui, dan Raja Ampat. "Kami ke sini biaya sendiri. Total ongkos pulang-pergi sekitar Rp 5 juta untuk satu orang," kata koordinator relawan dari Papua, George F Mansnandifu, kepada Tempo di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada Selasa, 7 November 2017.
Baca: Mantu Kahiyang Ayu, Jokowi Pasang Anyaman Daun Kelapa
George adalah anak kepala suku besar Biak. Dia mengatakan ada 12 relawan Jokowi dari Papua yang akan menghadiri pernikahan Kahiyang dan Bobby Nasution. Tujuh relawan di antaranya, termasuk George, sudah tiba di Asrama Haji Donohudan sejak Ahad malamm 5 November 2017. Adapun lima relawan lainnya tiba hari ini.
Mereka tergabung dalam komunitas Saind (Saya Indonesia) di bawah naungan organisasi relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet). George mengatakan, banyak alasan yang mendorong mereka rela menempuh penerbangan selama berjam-jam dari Papua-Jakarta-Solo.
"Pak Jokowi sudah sangat membantu negeri kami, membangun dengan baik. Kami terbang ke sini untuk mengucapkan terima kasih atas karya tangan emas beliau di Bumi Cendrawasih," kata George. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, George berujar, Jokowi sudah menyambung kembali tali penghubung Papua dan Jawa yang terputus sejak lama.
Baca: Pernikahan Kahiyang Ayu, 2.000 Polisi Siap Atasi Kemacetan Solo
"Pak Jokowi menyentuh hati rakyat Papua dengan hatinya sendiri. Tidak perlu suruh TNI Polri kejar OPM. Itulah yang orang Papua mau. Beliau satu-satunya presiden yang bikin ribuan orang Papua lepas senjata dan turun ke kota untuk bergabung kembali dengan tanah air," ujar George.
Selain memuji pesatnya pembangunan infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah terisolir, para perwakilan relawan dari Papua itu juga mengelu-elukan kebijakan program bensin satu harga. "Sekarang harga bensin (premium) di SPBU Papua sama di Jawa, Rp 6.500 per liter. Dulu bensin eceran bisa sampai Rp 25.000 per liter. Sekarang turun jadi Rp 15.000 per liter," kata Kepala Suku Raja Ampat, Adrian Wanma.
Kebijakan bensin satu harga, Adrian menambahkan, harga-harga kebutuhan pokok di Papua berangsur turun dan lebih terjangkau. "Maka itu kami berharap bisa bertemu langsung dengan Pak Jokowi untuk berterima kasih sekaligus mendoakan agar pernikahan putrinya berjalan lancar," kata Adrian.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini