Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Politik

PPP Belum Tentukan Dukungan untuk Prabowo di Pilpres 2029

PPP belum menentukan arah dukungan ke Prabowo di Pilpres 2029. Keputusan akan ditentukan setelah Muktamar PPP pada September 2025.

25 April 2025 | 17.30 WIB

Muhammad Romahurmuziy pernah terlibat dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama pada 2019. Pria yang akrab disapa Romy itu bebas pada 2020 setelah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun. Setelah bebas, ia kembali masuk jajaran partai setelah PPP mendapuknya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai. ANTARA
Perbesar
Muhammad Romahurmuziy pernah terlibat dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama pada 2019. Pria yang akrab disapa Romy itu bebas pada 2020 setelah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun. Setelah bebas, ia kembali masuk jajaran partai setelah PPP mendapuknya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy alias Rommy mengatakan, partainya belum menentukan sikap mendukung Presiden dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029. Dia mengatakan, sikap partai akan ditentukan oleh kepengurusan baru hasil Muktamar PPP pada September 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

"Kepengurusan baru yang nantinya akan menjawab," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia mengatakan, PPP saat ini masih sibuk untuk melakukan konsolidasi nasional. Dibanding partai lain, Romy mengatakan, konsolidasi PPP berjalan lambat.

Romy pun menghargai sejumlah partai yang sudah menentukan sikap mendukung Prabowo pada Pilpres 2029. Menurut Romy, sikap itu didasari pertimbangan masing-masing karena sudah melakukan konsolidasi nasional.

"Tapi bagi kami di PPP, kami fokus untuk menyelesaikan proses konsolidasi yang sekarang masih berjalan, dan dipuncaki dengan muktamar nanti bulan September," kata dia. 

Sebelumnya, para kader Partai Gerindra sepakat mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Kesepakatan tersebut dicapai dalam Kongres Luar Biasa (KLB) ke-VII Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 13 Februari 2025. Kala itu, Gerindra juga memilih kembali Prabowo sebagai ketua umum partai itu.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya siap mendukung pencalonan Prabowo pada Pilpres 2029. “Saya juga sampaikan kepada Pak Prabowo, ‘Yang penting, Pak, partai saya besar.’ Itu yang paling penting. Kalau capres silakan, kalau wapres kita bicara,” kata Zulhas dalam acara Halalbihalal dan Pengumuman Susunan Kepengurusan DPP PAN di Jakarta pada Ahad, 20 April 2025, seperti dikutip dari Antara.

Sedangkan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan pihaknya tidak mau tergesa-gesa melabuhkan arah politiknya untuk Pilpres 2029, karena waktunya masih lama.

“Ya kan masih lama, tergesa-gesa amat,” kata Cak Imin di kompleks parlemen, Rabu, 23 April 2025, saat ditanya tanggapannya mengenai pilihan PAN yang sudah menyatakan mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.

Pada Selasa, 22 April 2025, Prabowo menanggapi kabar PAN akan kembali mendukungnya di Pilpres 2029.

Prabowo menekankan, saat ini, fokus utamanya adalah bekerja untuk kepentingan rakyat. “Ah nanti lah itu ya. Kita kerja dulu untuk rakyat ya," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Hammam Izzuddin, Andi Adam Faturahman, dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Hendrik Yaputra

Bergabung dengan Tempo pada 2023. Lulusan Universitas Negeri Jakarta ini banyak meliput isu pendidikan dan konflik agraria.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus