Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Sepakbola

Baru Juara, Pembalap Laos Siap Menggebrak di Asian Games 2018

Juara Tour d'Indonesia (TdI) 2018, Ariya Phounsavath, siap unjuk kemampuan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

29 Januari 2018 | 07.38 WIB

Pebalap memacu sepedanya dalam etape pertama Tour de Indonesia 2018 di Ngawi, Jawa Timur, 25 Januari 2018. Etape pertama Tour de Indonesia 2018 start dari Candi Prambanan, Yogyakarta dan finish di Alun-Alun Ngawi, Jawa Timur dengan jarak 127,4 km. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Perbesar
Pebalap memacu sepedanya dalam etape pertama Tour de Indonesia 2018 di Ngawi, Jawa Timur, 25 Januari 2018. Etape pertama Tour de Indonesia 2018 start dari Candi Prambanan, Yogyakarta dan finish di Alun-Alun Ngawi, Jawa Timur dengan jarak 127,4 km. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Juara Tour d'Indonesia (TdI) 2018, Ariya Phounsavath, siap unjuk kemampuan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

"Ya saya akan turun di Asian Games nanti. Soal kesiapan, saya pasti siap," kata Ariya usai menerima hadiah kemenangan pada kejuaraan balap sepeda level 2.1 itu di Denpasar, Bali, Minggu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Peraih emas SEA Games 2013 mengaku persaingan di Asian Games 2018 bakal berbeda dengan kejuaraan-kejuaraan yang selama ini diikuti. Persaingan bakal jauh lebih ketat karena negara peserta bakal mengirimkan pembalap terbaik pada kejuaraan empat tahunan itu.

Pebalap Indonesia, kata Ariya merupakan salah satu rival yang paling berat dan memiliki kemampuan yang bagus. Apalagi pada Asian Games 2018, Indonesia menjadi tuan rumah.

"Indonesia jelas bakal menjadi pesaing ketat bagi saya karena menjadi tuan rumah," kata pebalap yang di TdI 2018 memperkuat Thailand Continental Cycling Team itu.

Ariya Phounsavath pada TdI 2018 menjadi pembalap yang paling sukses karena mampu mendapatkan hasil terbaik pada beberapa kategori. Selain menjadi juara umum, pembalap kelahiran 1 Maret 1991 ini juga dinobatkan sebagai Raja Tanjakan kejuaraan yang sebelumnya vakum selama tujuh tahun itu.

Sukses Ariya di nomor individual juga merembet ke tim karena juga dinobatkan sebagai yang terbaik di TdI 2018. Dengan banyaknya prestasi, Thailand Continental Cycling Team mampu membawa hadiah uang sebesar Rp 300 juta.

Melihat sepak terjang Ariya, Indonesia memang harus benar-benar waspada. Pebalap tuan rumah harus dipersiapkan dengan baik jika tidak ingin malu dengan kemampuan calon lawan. Selain pembalap asal Laos itu, penantang Indonesia juga berasal dari kawasan Timur Tengah seperti Iran.

"TdI kami gunakan pula untuk melihat kemampuan pebalap Indonesia. Setelah ini kami akan melakukan evaluasi terhadap pembalap Indonesia yang turun di TdI baik yang di timnas maupun tim kontinental," kata manajer timnas Budi Saputra.

Pada TdI 2018, timnas yang disiapkan untuk Asian Games 2018 menurunkan beberapa pembalap yang sudah berpengalaman. Sebut saja sprinter Projo Waseso. Selain itu ada nama Warseno, Bernard van Aert, Nandra Eko Wahyudi hingga Erik Setiawan. Hanya saja, hasil akhir dari kejuaraan tersebut belum maksimal karena terlempar dari 10 besar klasemen umum.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus