foto

Para penumpang tiba di Porto Santo Stefano setelah kapal pesiar yang mereka tumpangi karam di pulu Giglio, Italia, Sabtu (14/1). REUTERS/Remo Casilli

Ini Kisah WNI Penumpang Costa Concordia  

TEMPO.CO , Jakarta:- Ajisman, 27 tahun, yang bekerja sebagai Cabin Steward mengaku hanya sedikit trauma saat peristiwa tenggelamnya kapal pesiar Costa Concodia di Italia. Ketakutan itu muncul, kata dia, ketika kapal miring dan air mulai masuk.

"Tapi untungnya, ada peringatan pengamanan di kapal sehingga tidak terlalu panik," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin 16 Januari 2012 kemarin. Toh penumpang tetap saja panik. "Kami harus menenangkannya."

Usai peringatan itu, ia segera menuju ke bawah dengan mengantarkan 200 penumpang ke kapal pelampung. "Saat menggiring mereka ini tetap saja berteriak histeris," katanya.

Ia siap turun ke laut jika memang saat itu tidak memungkinkan menaiki kapal pelampung. Ajisman yang berasal dari Kalimantan ini yakin dengan kemampuannya. "Saya bisa berenang, toh tak jauh dari pulau."

Menurut Ajisman, Costa memang tidak berada pada posisi yang benar. Dari rekannya yang ada di bagian luar, kata Ajis, kapal itu lebih mepet ke pinggir daratan. Padahal, kapal ini hampir setiap pekan melalui jalur yang sama dan tidak pernah ada masalah.

"Rute ini dilewati tiap pekan sejak kapal ini diluncurkan tahun 2006," terangnya. Ia belum bisa memastikan kembali ke Indonesia karena harus mengurus dokumen dan haknya di perusahaan tersebut.

EKO ARI WIBOWO

Berita Terpopuler
Kesaksian ABK Indonesia: Air Masuk Tak Secepat Titanic
Berapa Tarif Kapal Pesiar Costa Concordia?
Kapal Costa Concordia Sudah Sial Sejak Diluncurkan
Kapten Kapal Costa Concordia Masuk Bui

Aneh, Kapten Kapal ''Ngacir'' Sebelum Costa Concordia Karam 

Jurus Jokowi Bereskan Banjir Jakarta

Wawancara Jokowi: Boleh Diadu Sama Mobil Jepang 
Kapten Kapal Pesiar Costa Tak Mengikuti Prosedur

Jokowi: Dempul Esemka Emang Tebal, Terus Kenapa?