indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengamat: Penyerangan LP Sleman Tanda Frustrasi

Pengamat: Penyerangan LP Sleman Tanda Frustrasi

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto menilai ada permasalahan mendasar dalam sejumlah peristiwa penyerbuan yang dilakukan oleh militer. Peristiwa penyerbuan Mapolres Ogan Komering Ulu dan kemudian penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, yang diduga dilakukan oleh anggota Komando Pasukan Khusus, dianggap sebagai perwujudan masalah itu.

"Jika diasumsikan (penyerangan LP Cebongan) oleh militer, berarti ada rasa frustrasi yang tidak bisa disalurkan anggota TNI," ujar Andi kepada Tempo, Senin, 25 Maret 2013. Selain itu, dia menilai ada kendali komando yang patah dalam jajaran TNI. “Ada loyalitas yang salah tempat.”

Menurut Andi, penggunaan senjata oleh anggota TNI dilakukan dengan ketat. Selain harus terus-menerus diperiksa, anggota TNI yang memegang senjata api wajib menjalani psikotes berkali-kali.

Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka menembak hingga tewas para tersangka penganiayaan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo's Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013. (Baca: Firasat Buruk Pemindahan Tahanan LP Sleman)

Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Para tersangka itu tewas tertembak dengan puluhan peluru pada tubuh mereka. Pelaku diduga berasal dari Kopassus. Pihak TNI telah menyatakan membantah anggotanya terlibat. Simak penyerangan di penjara Sleman di sini.

SUBKHAN

Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


Berita Lainnya:
Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman
Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya
Jenazah Korban Cebongan Akan Diarak Keliling Kota
Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan

Komentar (12)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Tindak tegas Preman, warga setuju. Pelaku penembakan entah siapa?? yang ditembak Preman pembunuh tentara, Yang terbunuh oleh preman tentara. Jangan salahkan tentara. Saya setuju diterapkan tindakan tegas terhadap Preman Di seluruh Indonesia, jangan cuma di DIY tercinta.
0
2
Saya bukan tentara. Saya nilai pengamat dan komnas ham menuduh tentara yang melakukan. Pendapat saya banyak yang aneh dalam kejadian ini. Misalnya salah satunya, tahanan baru dipindahkan ke situ 14 jam sebelumnya . Dalam waktu sesingkat itu apakah tentara atau orang lain sudah tahu?. Mestinya hal seperti ini kan rahasia juga. Apakah pemindahan itu digembar-gemborkan ke publik. Selain yang mengelola saya kira belum ada yang tahu, kecuali diberitahu oleh yang mengelola. Kasihan tentara dituduh-tuduh, padahal orang yang tegap, terlatih dan punya senjata tidak hanya tentara.
0
0
Berdasarkan informasi dr beberapa media bahwa tiga dr empat korban lapas-cebongan adalah petugas keamanan lepas di sejumlah tempat hiburan di jogja, salasatunya hugo's cafe dan mereka udah lama tinggal di jogja. Sebagai orang awam sy berpikirnya sederhana, tiga orang dr korban inikan punya tanggung jawab sbg keamanan pd malam kejadian di hugo's cafe itu, jadi kayaknya nggak mungkin deh.. kalo mereka yg cari gara-gara duluan.
1
0
Sehingga mnrt sy kejadian ini dpt dijadikan semacam indikasi yg menguatkan kebenaran dr berbagai pelangaran HAM yg dilakukan para militer di negara ini pada masa2x yg lalu .
0
9
pada dasarnya Tentara adalah petarung, Tentara adalah pembunuh , Tentara adalah raja tega tapi satu yang membedakan Tentara dengan preman Tentara cinta tanah air dan demi NKRI Mereka siap membela walau nyawa taruhannya. Anehnya dinegara ini lebih berharga nyawa 4 preman dibanding 1 tentara
Selanjutnya
Wajib Baca!
X