Penembakan Polisi di Cireundeu, Ada Motif Dendam?

Penembakan Polisi di Cireundeu, Ada Motif Dendam?

ilustrasi penembakan. haihoi.com

TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, penyidik mendalami dugaan motif balas dendam dalam kasus penembakan anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Gambir, Ajun Inspektur Polisi Dua Fatah Sakti Yono. “Ada informasi korban pernah terlibat tabrakan dengan pengendara sepeda motor lain tiga hari lalu,” kata Rikwanto, Sabtu, 27 Juli 2013. "Informasi itu masih didalami.”

Menurut Rikwanto, pelaku menembak korban dari jarak dekat. "Korban ditembak dari jarak 1-2 meter," katanya. Indikasinya, kata Rikwanto, pelaku sudah membuntuti sejak korban keluar dari rumah. Atas dasar itu pula, Rikwanto menepis dugaan bahwa pelaku merupakan orang yang terlatih.

Rikwanto membenarkan bahwa luka korban cukup serius sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Ditembak dari jarak begitu dekat pasti lukanya parah," katanya.

Warga Kampung Pondok, RT 03 RW 03, Bojongsari, Kota Depok, itu ditembak orang berjaket hitam yang membonceng sepeda motor saat mengendarai motor Yamaha Mio warna putih kombinasi merah bernomor polisi B-6758-ZBX di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, dinihari kemarin.

Korban mengalami luka tembak di punggung kiri hingga tembus ke dada kiri. Pelaku dua orang berboncengan, yang dibonceng bertindak sebagai eksekutor. Peristiwa ini terjadi di depan Sekolah Al-Fath. Setelah korban terkapar, kedua pelaku melarikan diri. Tubuh korban ditemukan oleh Nyoto Priyono, warga yang baru salat di Masjid Al-Ikhsan. "Saya lihat ada orang di depan teras masjid dengan luka tembak,” kata Priyono.





Polda Metro Jaya telah membentuk tim pengusut yang dibagi menjadi dua kekuatan. “Satu memburu pelaku, lainnya mencari fakta di tempat kejadian perkara," ujar Rikwanto kemarin.





MUHAMMAD MUHYIDDIN | M. ANDI PERDANA | JONIANSYAH | ALI ANWAR

Baca juga:
Datangkan 1.000 Bus, Jokowi Ditanya DPRD

Ini Alasan Ahok Dilaporkan ke Polisi
Polisi Dituding Tak Merespon Laporan FPI Depok
Saran Pengamat Transportasi untuk Jokowi
Kepergok Polisi, Pencuri Motor Tewas Ditembak
Membahayakan, 18 Bus Metromini Dilarang Beroperasi
Pengamat Nilai 1.000 Bus Jakarta Kurang

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X