indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Setgab Keluarkan PKS Dari Koalisi

Setgab Keluarkan PKS Dari Koalisi

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Bogor - Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Koalisi Pendukung Pemerintah sepakat mendepak Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keputusan ini diambil dalam pertemuan Setgab di kediaman Ketua Setgab Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam, 3 April 2012.

Sekretaris Setgab Syarief Hassan mengatakan pertemuan yang digelar di Puri Cikeas membahas masalah kontrak koalisi atau code of conduct koalisi, terutama terkait sikap PKS yang berseberangan ihwal rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

"(PKS) sangat melanggar (code of conduct koalisi)," kata Syarief usai mengikuti pertemuan antar pimpinan partai politik koalisi pendukung pemerintah di kediaman Yudhoyono, Puri Cikeas, Bogor, Selasa 3 April 2012 malam.(Baca:SBY Rancang Posisi Baru Setgab di Cikeas)

Meski kesepakatan ini belum secara resmi diumumkan, Syarief memastikan jumlah partai politik anggota koalisi saat ini berkurang satu. "Sekarang ini ada lima (parpol) yang bersama-sama solid ikut pemerintah," ujar dia. PKS, ucapnya, belum diberikan informasi mengenai kesepakatan ini.

Menurut Syarief, kontrak koalisi jelas menyatakan bahwa kebijakan pemerintah yang strategis wajib didukung dan dilaksanakan oleh anggota koalisi Setgab. "Kalau ternyata anggota koalisi Setgab berseberangan, maka anggota koalisi tersebut harus mengundurkan diri dan keterlibatan dalam koalisi akan berakhir," katanya.

Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh pimpinan partai koalisi pemerintah, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa.

Pertemuan yang berakhir pada sekitar pukul 22.30 WIB itu sama sekali tidak dihadiri oleh Presiden PKS Luthfi Hassan atau pun perwakilan PKS yang lain. "(PKS) tidak (diundang). Pokoknya tidak diundang," ujar Syarief. "Semua (partai) koalisi (hadir), kecuali PKS."

Ihwal rencana SBY untuk memberikan informasi pemutusan kontrak koalisi kepada PKS, Syarief menjawab sekadarnya. "Kami belum sampai (pembahasan) ke sana. Kami membahas kontrak koalisi," ucap dia. Ia juga tidak berkomentar mengenai kemungkinan reshuffle terhadap tiga menteri PKS di dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

PRIHANDOKO

Berita terkait
SBY Rancang Posisi Baru Setgab di Cikeas
Ical: Kami Nyaman-nyaman Saja dengan PKS
PKS Soal Koalisi: Kami Bukan Jelangkung
Pengamat Sebut SBY Masih Butuh PKS
Pengamat: Demokrat Melunak karena SBY Butuh PKS
Ada Apa SBY Bertemu dengan Setgab Malam Ini?
Kekesalan SBY terhadap PKS Memuncak

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
dari dulu kek..takut amat ama partai ga jelas.....
3
2
kalau PKS berani mengambil sikap yang bersebrangan dengan koalisi, kenapa tidak sekalian saja menjadi oposisi?
13
9
Enyahlah orang-orang munafik dan sok keminter dari perpolitikan Indonesia. Rakyat gerah dengan akrobat-akrobat tak beretika (maaf: tak bermoral). Syukurlah, sebelum akhirnya rakyat mencap buruk semua politisi seperti PKS.
8
9
pantas sekali pks dikeluarkan dari setgab, prajurit kok nembaki komandan sendiri,dengan alasan prorakyat,rakyat itu tidak ngerti hitung2an apbn, tapi nama prorakyat dipakai terus oleh oposisi untuk dongkel pemerintah, buktinya semua pemerintah naikan harga bbm sesuai market,supaya menghilangkan koruptor penyelundup bbm,biaya subsidi untuk bangun infrastructur dll.
1
4
Selamat akhirnya keluar jg dr sarang penyamun
Selanjutnya
Wajib Baca!
X