Periksa Anas, KPK Selidiki Sumber Kas Demokrat

Periksa Anas, KPK Selidiki Sumber Kas Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/6). TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO , Jakarta:—Bukan cuma soal proyek Hambalang, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga diberondong dengan pertanyaan seputar partainya. Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi bahkan menanyai Anas tentang muasal duit di kas partai.

"Saya jelaskan manajemen partai secara keseluruhan, termasuk pengelolaan keuangan partai, dari mana asalnya, bagaimana laporan pertanggungjawabannya, serta auditnya," kata Anas setelah diperiksa KPK kemarin.

Anas tak menjelaskan lebih terperinci sumber duit partai. Ia malah mengatakan penyelidik bertanya macam-macam soal Demokrat, dari struktur hingga tugas masing-masing pengurus. “Ketua umum, sekretaris jenderal, serta pengurus lainnya,” ujarnya.

Sebelum dipecat, Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin pernah melaporkan kondisi keuangan partai kepada Anas Urbaningrum pada 18 Mei 2011. Dalam laporannya, Nazaruddin, yang mengetahui lalu lintas keuangan Demokrat, menulis penerimaan partai pada periode 1 Juni 2010 hingga 15 Mei 2011 mencapai Rp 35,87 miliar.

Menurut Nazaruddin, saldo awal kas cuma Rp 1,54 miliar. Nazaruddin lantas menyumbang Rp 13,9 miliar. Ada juga setoran Mirwan Amir Rp 9,2 miliar, Edhie Baskoro Yudhoyono Rp 2,2 miliar, dan Anas Urbaningrum Rp 300 juta. Setelah Nazaruddin, Mirwan, yang ketika itu menjabat Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, merupakan penyumbang terbesar kedua.

Nazaruddin mengatakan sebagian besar duit itu berasal dari sumber-sumber gelap. Ia mencontohkan sumber sumbangannya. Menurut Nazaruddin, yang juga anggota Badan Anggaran, sumbangannya berasal dari upeti mengawal proyek dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2011.

Nazaruddin juga menyebut sumbangan Mirwan tidak murni berasal dari kantong pribadi pengusaha itu. Menurut dia, dana yang masuk lewat Mirwan sebesar Rp 9,2 miliar itu adalah jatah Demokrat dari persetujuan pengadaan 15 pesawat terbang MA 60 dari Xi’an Aircraft, Cina, senilai US$ 220 juta untuk PT Merpati Nusantara di Badan Anggaran, Agustus dua tahun lalu.

Kepada Tempo beberapa waktu lalu, Mirwan membantah tuduhan tersebut. “Itu bohong. Dia itu yang justru mau jadi calonya.” Sejumlah petinggi Demokrat juga berulang kali membantah laporan keuangan versi Nazaruddin.

Nazaruddin juga pernah menyebut ada duit Hambalang yang masuk ke kas partai. Tapi ia menyatakan tak punya perinciannya. Yang jelas, menurut Nazaruddin, Anas kecipratan duit dari PT Adhi Karya, kontraktor proyek Hambalang, melalui Machfud Suroso—kolega bisnis Athiyyah Laila, istri Anas.

Menurut dia, dari Rp 100 miliar yang dikeluarkan Adhi Karya, sebanyak Rp 50 miliar mengalir ke Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 untuk membiayai pemenangan Anas. Ditanya soal ini, Anas menjawab, “Tidak ada itu. Itu cerita mati. Halusinasi.”

TRI SUHARMAN

Berita terkait
Anas Sebut Aliran Duit Adhi Karya Cerita Mati
Tujuh Jam, Pemeriksaan Anas Belum Kelar
Demokrat Minta Pemeriksaan Anas Tidak Dipolitisasi

Mirwan Amir Bela Anas

Pilih ke KPK, Pasek dan Saan Bolos Rapat Komisi

Menteri Amir Syamsuddin Yakin Anas Tak Bersalah

Mengapa Anas Tak Serahkan KTP ke KPK?

Komentar (6)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Saya sangat prihatin sekali dengan maral pemimpin2 masarakat Indonesia yang melakukan perbuatan keji Korupsi merampok uang rakayat demiki merebut kekuasaan. Sedangkan ribuan anak2 jalanan di kota Jakarta yg tidak dapat menimati sekolah,sedangkan umurnya itu mesti berada di sekolah. Saya anjurkan uang korupsi yang di sita sebaiknya digunakan untuk membantu anak2 jalanan agar mereka semua dapat sekolah kembali sampai mereka tamat . Korupsi dari Departemen agama sampai ke lembaga akademi. Belajarlah dari Japan,bagaimana memperkecil korupsi yaitu dgn memberikan bonus setiap 6 bulan kepada pekerja2 agar mereka merasa memiliki dan menjaga agar jangan ada yg korupsi. http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/bonus-japan.html wwwmuslimbertaqwa.
0
0
Kita patut bangga dgn KPK yg telah menjalankan tugasnya dgn baik, menyelesaikan kasus korupsi hambalang makin cepat terungkap makin baik bagi partai Demokrat dan anas urbaningrum
0
0
semua masih ungkapan nazarudin di media TV, belum ada bukti hukum, mengenai aliran dana ke partai Demokrat
0
0
Hati2 upaya penyelamatan HMI Connection terhadap ANAS. Ada upaya alumni HMI menyelamatkan ANAS, baik dari luar maupun dalam KPK. Dari luar : Akbar Tanjung, Saan Mustopa, Pasek, dan kolega2 ANAS di DPR. Dari dalam KPK : Bambang Widjoyanto, komentar tentang gedung KPK perlu dicurigai sebagai pengalihan Issue
0
0
sabar menanti : www.getafreedom.web.id
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X