Diminta Bersihkan Monas, Jokowi: Lah Kok Saya?

Diminta Bersihkan Monas, Jokowi: Lah Kok Saya?

Seorang pekerja dari BPPT tengah memasang alat pantau cuaca dikawasan Monas, Jakarta, (17/1). Alat tersebut guna memantau secara langsung perebahan cuaca yang terjadi. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya soal permintaan terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Palembang, Muhammad Nazaruddin. Dalam permintaan itu, Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, diminta membersihkan Monas.

"Lah kok saya yang disuruh bersihkan?" kata Jokowi dengan ekspresi bingung. Malah mantan Wali Kota Solo ini meminta wartawan mengulangi pertanyaan, "Gimana sih maksudnya?"

Meski belum mengerti maksud pertanyaan pewarta, ia tetap memberikan jawaban. "Dibersihkan, ya wong tiap hari memang dibersihkan sama Dinas Kebersihan," kata Jokowi seraya tertawa.

Masih dalam ekspresi bingung, namun sambil tersenyum, Jokowi menjelaskan mengapa ia sampai meminta pengulangan pertanyaan hingga tiga kali. "Saya itu mikirin jawabannya apa, bingung saya," kata dia.

Pada pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis, 14 Februari 2013, Nazaruddin sempat menyampaikan permintan khusus kepada Jokowi. Namun, perkataan itu tak ia sampaikan langsung, melainkan melalui awak media massa.

"Suruh aja Pak Jokowi sekarang bersih-bersih Monas," kata Nazaruddin. "Nanti mana tahu ada orang yang digantung di sana, jadi Monasnya sudah bersih."

Saat mengeluarkan pernyataan itu, Nazaruddin menolak menyebutkan nama orang yang ia maksud. Namun, jauh sebelumnya, isu gantung diri di Monas pernah dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan bersedia digantung di Monas bila kelak terbukti melakukan korupsi.

TRI ARTINING PUTRI


Baca juga:

Didakwa 6 Tahun Penjara, Rasyid Terdiam

Jokowi Resmikan Waterway dan Koridor Baru Busway

Monorel Jakarta Dibangun Tiga Bulan Lagi

Pedagang Tolak Rencana Jokowi Perbaiki Pasar

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X