indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Gatot Diperiksa BPK atas Kasus Holly Angela

Gatot Diperiksa BPK atas Kasus Holly Angela

Hasan Bisri. TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan berencana melakukan penyelidikan internal terhadap auditor utama BPK, Gatot Supiartono, dalam kasus pembunuhan Holly Angela. Gatot diduga adalah suami perempuan yang tewas terbunuh di rumahnya, Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan.

Namun BPK belum bisa memastikan pertanyaan yang akan diajukan kepada Gatot. "Belum tahu, pemeriksaannya saja belum berlangsung," kata Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hasan Bisri, ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Kamis, 10 Oktober 2013.

Saat kejadian, Gatot sedang berada di Australia. Menurut Hasan, Gatot melawat ke Negeri Kanguru dalam rangka tugas. "Dia mengaudit Kedutaan Besar Indonesia di Australia," katanya. Perihal Holly, Hasan mengaku tidak tahu, apakah perempuan tersebut istri sah Gatot atau bukan. "Yang jelas, istrinya Gatot, bernama Bu Gatot," dia berkelakar.

Gatot adalah auditor utama di BPK. Menurut Hasan, ia bertugas memeriksa sejumlah kedutaan besar RI di luar negeri. Pemeriksaan akan dilakukan setelah Gatot kembali bekerja. Saat ini Gatot sedang cuti. Hasan mengaku tak ingat kapan cuti Gatot berakhir.

Polisi telah meringkus dua pria yang diduga terkait kasus pembunuhan Holly Angela Ayu, 34 tahun, di lantai 9 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Kedua pria tersebut berinisial A dan S, yang ditangkap di tempat berbeda. S ditangkap di Karawang, Jawa Barat, pada Selasa dinihari kemarin. (Baca Lengkap: Pembunuhan Holly Angela)

DEWI RINA

Topik Terhangat
Ketua MK Ditangkap
| Dinasti Banten | APEC | Info Haji

Berita Terkait
Kasus Holly, 2 Teman Elriski Jadi Tersangka

Pengacara: Wawan dalam Pengaruh Narkoba

Pembunuh Sisca Yofie Ingin Bertemu 'Kompol A'

Polisi Usut Keterkaitan Mr X, AL, S dan Holly

Terduga Pembunuh Holly Terungkap dari CCTV

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X