Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Arsip

PDIP Surabaya Usulkan Risma sebagai Pengurus DPP

Usulan itu dikemukakan setelah Risma mendapat kartu tanda anggota partai banteng.

12 Juli 2015 | 19.54 WIB

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menyemprot lantai gedung Siola di Surabaya, Jawa Timur, 1 Mei 2015. Gedung Siola (White Away) didirikan pada 1877 dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Surabaya yang rencananya akan dibuat museum. ANTAR
Perbesar
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menyemprot lantai gedung Siola di Surabaya, Jawa Timur, 1 Mei 2015. Gedung Siola (White Away) didirikan pada 1877 dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Surabaya yang rencananya akan dibuat museum. ANTAR

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Surabaya-Berhasil menggaet Tri Rismaharini sebagai calon Wali Kota Surabaya untuk periode kedua membuat PDI Perjuangan Kota Surabaya berbunga-bunga. Selanjutnya wali kota perempuan pertama di Surabaya itu bakal diusulkan menjadi pengurus pusat PDI Perjuangan setelah resmi mendapat kartu tanda anggota partai banteng.

"Kalau kelasnya Bu Risma  bukan lagi masuk ke kepengurusan tingkat cabang, tapi  DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Minimal di Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur-lah," kata Ketua PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Minggu, 12 Juli 2015.

Whisnu mengklaim  sampai saat ini Risma masih menjadi kader PDI Perjuangan  Ranting Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung. Whisnu menilai orang sekaliber Risma sangat sayang bila hanya menjadi pengurus tingkat ranting.  “Setelah Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya akan kami tindaklanjuti (mengusulkan Risma sebagai pengurus DPP),” ujar Whisnu.

Whisnu berujar, setelah pilkada, PDI Perjuangan Surabaya bakal mengadakan evaluasi internal sekaligus  pergantian pengurus karena ada posisi yang kosong. “Posisi Wakil Ketua  PDIP Surabaya kosong karena pengurus sebelumnya, Armuji, ditarik ke PDIP Jawa Timur,” kata dia.

Soal Risma yang baru mengurus kartu tanda anggota belakangan, Whisnu tak mempersoalkan. Sebab meski tidak punya kartu tanda anggota PDI Perjuangan jabatan Risma tetap aman hingga masa akhir jabatan. Sebelumnya, pengurus PDI Perjuangan Surabaya mengkritik Risma yang tak memiliki kartu tanda anggota partai kendati dalam pilkada lima tahun lalu diusung oleh partai banteng. “Saya tegaskan selama lima tahun terakhir ini aman-aman saja,” ujarnya.

Risma baru mendapatkan kartu tanda anggota setelah rapat kerja cabang khusus PDI Perjuangan Surabaya, 8 Juli 2015. Acara itu juga digunakan sebagai pengukuhan pasangan Risma dan Whisnu sebagai calon wali kota dari PDI Perjuangan pada pilkada serentak 9 Desember 2015

MOHAMMAD SYARRAFAH

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kukuh S. Wibowo

Kukuh S. Wibowo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus