Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

Alasan Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Tertinggal dari Indonesia

Mahathir Mohamad mengakui negaranya tertinggal dari sejumlah negara di ASEAN, termasuk Indonesia, dari sisi Pembangunan.

19 April 2022 | 08.25 WIB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]
Perbesar
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengakui negaranya tertinggal dari sejumlah negara di ASEAN, termasuk Indonesia, dari sisi Pembangunan. Pernyataan itu ia ungkapkan melalui akun Twitter resminya pada Senin, 18 April 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

“Saya siap menerima bahwa dari segi pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam. Tentu saja kami selalu berada di belakang Singapura,” kata Mahathir, Senin.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tak hanya itu, Malaysia bahkan tertinggal dari Afrika. Ia mengaku terkejut lantaran negaranya berada di belakang beberapa negara Afrika lantaran ketidaksiapan menggunakan teknologi terkini.

Padahal teknologi itu mencapai efisiensi dan membatasi korupsi. Malaysia, kata Mahathir, menolak teknologi karena dapat mengungkap perbuatan salah anggota parlemennya.

“Saya diberi tahu bahwa jika kita mengadopsi teknologi baru, ini akan ada protes keras dari anggota DPR. Tampaknya banyak dari mereka yang terlibat dalam bisnis ekspor dan impor,” ucap Mahathir.

Walhasil, Malaysia terus merugi lantaran tak menggunakan tata cara pengelolaan pembangunan yang lebih baik. Sementara itu di Afrika, negara tersebut malah bisa menghemat miliaran dolar karena manajemen yang baik.

Afrika, kata Mahathir, menggunakan peralatan baru yang lebih efisien. “Mereka sudah menggambar di depan kita,” ucapnya.

Mahathir pun menyindir Malaysia seharusnya tidak perlu merasa malu lantaran disalip oleh negara-negara di Afrika. “Bukankah kita telah diberitahu bahwa mencuri uang pemerintah bukanlah sesuatu yang kita harus merasa malu. Jika bos kita melakukannya (korupsi), tidak apa-apa,” ucap dia.

Mahathir melanjutkan sindirannya bahwa mengadopsi teknologi baru hanya menyebabkan pembuat undang-undang negara itu merugi. “Tolak itu. Biarkan negara bangkrut. Hanya negara yang merugi. Anda tidak kalah. Tidak apa-apa,” ucap Mahathir.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

BACA: Mahathir: Pembangunan Malaysia Kalah dari Indonesia Bahkan Afrika

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus