Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Masuk fase remaja, setiap orang mulai memperhatikan penampilan mereka dengan lebih detail. Bukan hanya urusan penampilan, para remaja membandingkan diri dengan orang lain dan kerap bercita-cita ingin seperti orang tersebut. Sayangnya, keinginan ini kerap tanpa disertai pehamanan tentang prosesnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Contoh, ketika melihat orang lain memiliki tubuh yang ramping, seorang remaja cenderung mengubah pola makan mereka secara ekstrem. Misalkan dengan tidak makan sama sekali dan tidak memperhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Padahal dalam masa remaja, mereka butuh "bekal" gizi yang cukup supaya tetap sehat hingga dewasa dan berusia lanjut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Mengutip laman Health Line, remaja yang sedang menjalani diet atau ingin menurunkan berat badan harus mendapatkan pendampingan dari orang tua atau ahli gizi. Jangan sampai mereka menerapkan diet tanpa pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan gizi seimbang sesuai usia dan mengabaikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berikut panduan menurunkan berat badan bagi remaja yang diet.
- Tetapkan Target
Mengurangi berat badan bukan sekadar supaya pakaian yang dikenakan bisa lebih kecil. Menurunkan berat badan harus dengan tujuan kesehatan, sehingga bisa terukur targetnya. Jadi, fokusnya adalah meningkatkan kebugaran, bukan pada berat badan.
Para remaja harus memahami kalau setiap orang memiliki tipe tubuh yang berbeda. Dukungan dari orang tua juga penting supaya mereka mengutamakan kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat, ketimbang semata mengejar penurunan berat badan. - Kurangi minuman manis
Salah satu cara paling mudah untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi minuman manis. Minuman bersoda, minuman energi, teh manis, minuman buah dalam kemasan, hingga minuman kekinian sarat dengan gula tambahan. Studi menunjukkan konsumsi gula tambahan yang tinggi mengakibatkan kenaikan berat badan pada remaja dan meningkatkan risiko kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes tipe 2, jerawat, dan gigi berlubang. - Bergerak
Remaja harus beraktivitas. Bermain bersama teman, pergi ke suatu tempat, dan melakukan segala kegiatan yang menggerakkan semua fungsi tubuh. Bergerak lebih banyak adalah cara terbaik untuk menghilangkan kelebihan lemak sekaligus meningkatkan massa otot. - Makan makanan bernutrisi
Ketimbang terus-terusan menghitung kalori, sebaiknya fokus pada makanan yang padat nutrisi, seperti vitamin, mineral, protein, dan serat. Pada tahap remaja, tubuh seseorang masih terus bertumbuh dan membutuhkan asupan gizi yang dukup. Mereka membutuhkan fosfor dan kalsium yang lebih banyak daripada orang dewasa.
Sayur, buah-buah, biji-bijian, lemak sehat, dan sumber protein sehat tidak hanya bergizi, tetapi juga mendorong penurunan berat badan. Serat ada dalam sayuran, biji-bijian, dan buah-buahan. Protein dari telur, ayam, kacang-kacangan, dan daging. Semua nutrisi ini membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah kamu ngemil di antara waktu makan. - Tetap terhidrasi
Cukup minum menjadi bekal penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Metabolisme tubuh remaja bekerja dengan cepat. Bantu proses tersebut dengan asupan cairan yang cukup, terutama air mineral, bukan air dengan kandungan gula tadi. Rajin minum juga membantu mencegah lapar mata yang pada akhirnya membuatmu ngemil. - Jangan membadingkan diri dengan orang lain
Setop membandingkan diri dengan orang lain karena setiap individu memiliki kondisi berbeda. Tubuh setiap orang itu unik dan mereka berusaha menurunkan berat badan dengan kecepatan yang berbeda.
Ubah perspektif menurunkan berat badan yang sulit dengan cara pandang demi kesehatan jangka panjang. Bonusnya adalah lebih percaya diri dan awet muda. Singkirkan keinginan untuk punya tubuh seperti orang lain yang bisa jadi itu tidak realistis untukmu. - Cukup tidur
Studi menunjukkan orang yang tidak cukup tidur memiliki berat badan berlebih ketimbang mereka yang tidur selama tujuh sampai delapan jam sehari. Remaja bahkan membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa. Para ahli merekomendasikan agar remaja tidur selama sembilan sampai sepuluh jam setiap hari.
YINOLA CRISSY ELENROSE HADRIAN | HEALTH LINE
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.