Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Gaya Hidup

Kenapa Pria Puber Kedua?  

Istilah puber kedua sendiri secara medis tidak ada.

21 Februari 2015 | 15.17 WIB

Pria paruh baya menari di depan sebuah band amatir, sementara warga berkumpul untuk peringati May Day di Slovyansk, Ukraina (1/5). (AP/Alexander Zemlianichenko)
Perbesar
Pria paruh baya menari di depan sebuah band amatir, sementara warga berkumpul untuk peringati May Day di Slovyansk, Ukraina (1/5). (AP/Alexander Zemlianichenko)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Ada masanya pria menjadi lebih genit pada usia paruh baya atau yang acap disebut puber kedua—periode ketika mencapai usia 40-45 tahun. "Secara psikologis, pada usia tersebut mereka sudah mencapai puncak karier," kata psikolog Zoya Amirin dalam diskusi “’Keras’ dalam Rumah Tangga Itu Penting” di Kuningan City, Selasa, 17 Februari 2015. 

Pada usia tersebut, ia menambahkan, lelaki butuh disanjung egonya. "Mereka sedang merasa keren," kata pemilik dan pengelola situs Zoyaamirin.com ini. Dengan segala pencapaian tersebut, tentu para pria ini lebih suka dipuji. Kalau di rumah, dia tak dapat pujian, tapi di luar banyak yang memberi sanjungan. Maka peluang mereka untuk bergenit-genit jadi semakin terbuka.

Istilah puber kedua sendiri, Zoya menambahkan, memang secara medis tidak ada. Melihat dari sisi fisik, dokter Heru H. Oentoeng, M Repro, Sp And, FIAS, FECSM, mengatakan bahwa pencapaian karier berbanding terbalik dengan kondisi tubuh. "Umumnya terjadi penurunan kemampuan," katanya pada kesempatan yang sama. 

Menurut Heru, salah satu ciri pria mengalami puber kedua adalah menjadi lebih peduli terhadap penampilan hingga lebih genit. Tujuannya apa lagi selain, kata dia, "Bahwa mereka masih mampu."

DIANING SARI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Retno Endah Dianing Sari

Retno Endah Dianing Sari

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus