Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Gaya Hidup

Mulai Besok Program Belajar dari Rumah Tayang di TVRI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng TVRI dalam membuat program Belajar dari Rumah bagi siswa tak memperoleh akses Internet.

12 April 2020 | 16.00 WIB

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di rumah.
Perbesar
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di rumah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengadakan program belajar dari rumah untuk semua anak sekolah selama masa pandemi corona. Program belajar ini ditayangkan melalui siaran televisi di TVRI.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan, penyebaran pandemi corona mengakibatkan peserta didik melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan maupun di luar jaringan. Namun tak semua peserta didik memiliki kemampuan mengakses platform pembelajaran daring secara optimal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Program Belajar dari Rumah merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam membantu terselenggaranya pendidikan, khususnya masyarakat yag memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi dan letak geografis," ujar Nadiem dalam telekonferensi peluncuran Program Belajar dari Rumah pada Kamis, 9 April 2020.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng TVRI setelah mendapatkan masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja 27 Maret 2020. "Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin, 13 April pukul 08.00 WIB," ujarnya. Program ditujukan bagi peserta belajar semua tingkat dari usia PAUD hingga sekolah menengah setiap hari.

Ilustrasi anak belajar bersama ibu. shutterstock.com

Selain pembelajaran untuk semua jenjang, program Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orang Tua dan Guru serta tayangan kebudayaan di akhir pekan. Program tersebut direncanakan setidaknya selama tiga bulan ke depan.

Konten atau materi pembelajaran yang disajikan, menurut Nadiem Makarim, akan fokus pada upaya peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi tentang program tersebut bersama lembaga non-pemerintah.

Nadiem Makarim menambahkan, dalam situasi kegiatan belajar mengajar berhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci menangani pandemi di Indonesia. Sebab itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terbuka untuk menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus