Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Kesehatan

Waspada Iklan Rokok di Media Daring, Ini Risetnya pada Remaja

Terpaan iklan rokok di media daring berpengaruh signifikan terhadap sikap merokok remaja hingga 31,8 persen

30 November 2018 | 13.44 WIB

Sejumlah pelajar mengenakan topeng domba saat menggelar aksi #TolakJadiTarget iklan rokok di kawasan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 25 Februari 2017. Aksi 300 pelajar ini menolak pemasaran perusahan rokok yang menempatkan iklan di sekitar sekolah. ANTARA/Puspa Perwitasari
Perbesar
Sejumlah pelajar mengenakan topeng domba saat menggelar aksi #TolakJadiTarget iklan rokok di kawasan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 25 Februari 2017. Aksi 300 pelajar ini menolak pemasaran perusahan rokok yang menempatkan iklan di sekitar sekolah. ANTARA/Puspa Perwitasari

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Terpaan iklan rokok di media daring berpengaruh signifikan terhadap perilaku merokok pada remaja menurut peneliti London School of Public Relation (LSPR) Jakarta Lestari Nurhajati.

Baca juga: Mengapa Cegah Merokok Harus dari Usia Anak? Cek Kata Pakar

"Terpaan iklan rokok di media daring berpengaruh signifikan terhadap sikap merokok remaja hingga 31,8 persen," kata Lestari dalam Diseminasi Hasil Penelitian Situasi dan Tantangan Pengendalian Tembakau di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan penelitian terhadap 173 remaja di Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Surabaya, 100 persen responden perokok menyatakan akan tetap merokok setelah melihat iklan rokok di media daring dan 10 persen responden memiliki kecenderungan untuk merokok setelah melihat iklan rokok di media daring.

"Sebanyak 57,8 persen responden menyadari isi iklan rokok, bahkan 8,7 persen sangat menyadarinya. Selain itu, 58 persen responden mengetahui tujuan iklan rokok," kata Lestari.

Di samping itu, ia melanjutkan, 47 persen responden memuji iklan rokok di media daring sangat kreatif, dan 12,1 persen cenderung menikmati tayangan iklan rokok di media daring.

"Karena itu, kampanye pengendalian tembakau atau bahaya rokok yang ditujukan bagi remaja perlu lebih gencar dilakukan di media daring yang banyak diakses remaja," katanya. Dalam Diseminasi Hasil Penelitian Situasi dan Tantangan Pengendalian Tembakau yang diadakan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Jakarta, ada 10 hasil penelitian terpilih dari Jaringan Penelitian Pengendalian Tembakau Indonesia (ITCRN) angkatan II yang disampaikan. ITCRN merupakan kerja sama Lembaga Demografi Universitas Indonesia dengan John Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Baca juga: Mungkinkah Perokok Berat Bisa Berhenti Merokok? Cek Solusinya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus