Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Angka

Berita Tempo Plus

Pemerintah Biarkan Intoleransi

18 Juni 2012 | 00.00 WIB

Pemerintah Biarkan Intoleransi
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

HASIL survei Center of Strategic and International Studies (CSIS) dua pekan lalu mengkonfirmasi kecemasan banyak orang. Lembaga studi itu menemukan orang Indonesia belakangan ini memang semakin tidak toleran pada sesamanya yang punya agama dan keyakinan berbeda.

Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips Vermonte menyimpulkannya dengan sederhana, "Masyarakat menerima fakta bahwa mereka hidup di tengah keberagaman. Tapi mereka ragu-ragu menoleransi keberagaman." Sebanyak 68,2 persen responden, misalnya, mengaku tidak bisa menerima pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya.

Hasil riset itu menjelaskan latar belakang banyak konflik sosial setahun terakhir ini. Sengketa pembangunan GKI Yasmin dan Gereja Filadelfia, penyerangan Ahmadiyah, serta upaya pelarangan Kongres Konghucu adalah wujud dari makin maraknya intoleransi.

Sayangnya, pemerintah berpangku tangan saja. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyesalkan sikap diam itu. Aparat negara, kata Anies, gamang saat menangani kasus kekerasan agama dan kekerasan terhadap kelompok minoritas. Mayoritas pembaca Tempo.co setuju dengan kesimpulan itu.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus