indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Aksi Kekerasan Jadi Pertimbangan FPI Dibekukan

Aksi Kekerasan Jadi Pertimbangan FPI Dibekukan

FPI. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri sedang mengkaji kemungkinan pembekuan Front Pembela Islam (FPI). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sedang mempertimbangkan hal itu mengingat tindakan kekerasan yang kerap dilakukan anggota organisasi kemasyarakatan tersebut.

"Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik sedang melakukan kajian. Kalau ada bukti-bukti yang kuat, kita akan mengambil langkah," kata Gamawan seusai rapat koordinasi di kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Senin, 13 Februari 2012.

Gamawan merujuk pada aksi perusakan yang dilakukan di kantornya pada 12 Januari lalu. Kala itu, beberapa anggota yang tergabung dalam Forum Umat Islam merusak kantor Kementerian Dalam Negeri dalam aksi unjuk rasa. Dia juga melihat tindakan kekerasan brutal yang pernah terjadi di kawasan Silang Monas pada 2008.

Pernyataan ini menanggapi penolakan warga di Kalimantan Tengah terhadap rencana pendirian FPI di Palangkaraya dan Kuala Kapuas, Sabtu lalu. Ketua Umum FPI Rizieq Shihab balik meminta Presiden dan Kepala Kepolisian RI mencopot Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Daminanus Jacky.

"Gerombolan (yang menolak) itu binaan Gubernur Kalteng dan tidak mungkin Kapolda Kalteng tidak tahu. Dia membiarkan aksi tersebut," kata Rizieq di kantor Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI kemarin.

Menurut Rizieq, penolakan dari kalangan pemerintah tidak mewakili masyarakat Dayak dan Kalimantan Tengah. "FPI akan didirikan di seluruh wilayah NKRI, terutama di Kalimantan Tengah," ujarnya.

Juru bicara FPI, Munarman, menegaskan, pembentukan FPI di Kalimantan Tengah tetap berjalan sesuai dengan rencana. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Seruyan sekaligus tokoh Dayak Seruyan, Budiyardi, juga menyatakan dukungan terhadap pendirian FPI di Seruyan, Kobar, Kotim, dan Sintang.

Sementara itu, sejumlah tokoh agama, adat, ormas, dan forum koordinasi pimpinan daerah berkumpul di kantor Gubernur Kalimantan Tengah kemarin. Penolakan terhadap FPI tidak ada kaitannya dengan sentimen agama dan kesukuan.

EZTHER LASTANIA | FRANSISCO ROSARIANS | ANANDA PUTRI | KARANA WW | PINGIT ARIA

Berita Terkait

Presiden SBY: Mestinya FPI Bertanya Kenapa Ditolak
Mendagri Kaji Kemungkinan Pembekuan FPI
Meski Didesak FPI, Kapolda Kalteng Tak Dicopot
Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa
Rizieq dan FPI Laporkan Teras Narang ke Polisi
Rizieq Desak Kapolri Copot Kapola Kalteng
FPI Ngotot Buka Perwakilan Kalimantan Tengah
Kapolda Kalteng: Tuduhan FPI Itu Fitnah
FPI: Itu Bukan Suku Dayak, Tapi Preman Anarkis
Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak