indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

HASMI: Kami Tak Kenal Abu Hanifa

HASMI: Kami Tak Kenal Abu Hanifa

Simulasi penyergapan Teroris. ANTARA/Embong Salampessy

TEMPO.CO , Jakarta:Dewan Pengurus Pusat Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI) menyatakan Abu Hanafia dan jaringan teroris Solo yang ditangkap Detasemen Khusus Anti Teror 88 Markas Besar Kepolisian RI bukan anggotanya.

Pengurus Pusat HASMI yang bermarkas di Cimanglid, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor sudah memeriksa daftar anggotanya dan tidak menemukan ke-11 nama terduga teroris tersebut. "Kami tidak kenal dengan Abu Hanafia atau teroris yang ditangkap Densus 88 itu. Hasmi sebagai ormas resmi sangat dirugikan secara psikologis oleh pemberitaan yang sumbernya dari Mabes Polri tersebut," kata Anggota DPP Hasmi Saefudin kepada Tempo, Ahad, 28 Oktober 2012.

Menurut Saefudin, dari akronim dan singkatan, Hasmi Bogor sangat berbeda dengan Hasmi versi Mabes Polri yang memiliki singkatan Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia. Dari kegiatan, Hasmi Bogor bergerak di bidang dakwah dan sosial. Hasmi Bogor yang memiliki anggota sekitar 10.000 orang ini, juga memiliki lembaga pendidikan SMP dan SMU Hasmi Boarding School.

"Karena pernyataan Mabes Polri bahwa teroris yang ditangkap itu dari kelompok Hasmi, anggota dan para wali murid jadi resah. Alhamdulillah untuk aktifitas tidak terganggu," kata dia.

Untuk itu, Senin ini DPP Hasmi akan mengklarifikasi pernyataan teroris baru ini menamakan kelompok Hasmi datang ke Mabes Polri. "Karena kami sudah sangat dirugikan. Sekali lagi kami tegaskan, kami tidak kenal Abu Hanafia dan anggota teroris yang ditangkap itu."

ARIHTA U SURBAKTI

Berita Terpopuler

Pemuda Bersihkan Sampah di Kanal Banjir Timur

Hasil Psikotes, Ternyata Sudirman Hanya Stres

Terduga Teroris Palmerah Diincar Selama Sepekan

Polisi Geladah Warnet Terduga Teroris di Bogor

Ibu Kandung Terduga Teroris Palmerah Misterius

Tiang Listrik Jatuh, Jalan di Depok Lumpuh




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X