Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau pembangunan kampung nelayan yang berada di Sumber Jaya, Kampung Melayu Bengkulu saat lawatannya di Bengkulu Jumat, 15 Februari 2019 lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Presiden Jokowi menyebutkan kunjungan tersebut untuk memastikan proses pembangunan dan penataan pemukiman nelayan berjalan semestinya. "Ini sudah berjalan tiga tahun, kurang lebih hasilnya seperti ini," ujar Jokowi dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ahad, 17 Februari 2019.
Dalam lawatannya tersebut, Jokowi didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Kedatangan rombongan disambut oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan.
Presiden Jokowi menjelaskan hingga saat ini, proses penataan kampung nelayan tersebut masih 20 persen. Ia mendorong agar terus dilakukan penerbitan sertifikat dan merampungkan pembangunan, dari rumah warga hingga fasilitas umum.
Perkampungan nelayan Sumber Jaya dibangun di lahan seluas 12 hektare dengan menampung 800 kepala keluarga. Program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menata perkampungan nelayan menjadi lebih ramah dan layak huni, termasuk juga menjadi destinasi wisata. "Setelah dimulai penataan, rumah rumah lebih tertata bersih. Kapal nelayan jadi bisa bersandar," ujar Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta agar perkampungan nelayan Sumber Jaya tersebut bisa menjadi prototype atau percontohan bagi perkampungan nelayan lainnya. Selain di Bengkulu, pemerintah juga membangun perkampungan nelayan di sejumlah daerah lainnya, seperti di Tegal, Jawa Tengah, Pontianak.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengingatkan masyarakat Sumber Jaya untuk menjaga lingkungan. Susi juga mengimbau para nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan.
Simak berita lainnya terkait Jokowi di Tempo.co.