Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Mojokerto - Produsen minuman beralkohol (minol) jenis bir terbesar di Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Tbk, menyatakan yakin konsumsi bir di Indonesia tetap tumbuh. Saat ini pemerintah daerah sedang membahas peraturan daerah yang membatasi bahkan melarang total minuman beralkohol. Namun produsen bir Bintang tetap optimistis.
"Secara industri masih bertumbuh, kira-kira di bawah 5 persen," kata Direktur Hubungan Korporasi PT MBI Bambang Britono saat kunjungan media di pabrik PT MBI di Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu, 18 Mei 2016.
Dari kapasitas produksi bir, menurut dia, tetap berproduksi sebagaimana biasa sesuai kapasitas produksi. Produsen hanya memproduksi sesuai jatah kapasitasnya, sebagaimana diatur oleh pemerintah.
Bambang menambahkan, munculnya beberapa produk MBI yang non-alkohol bukan dalam rangka menutup celah turunnya penjualan minuman beralkohol akibat pembatasan dan pelarangan minuman ini. "Kami tidak spesifik merespons aturan, tapi merespons kebutuhan konsumen," tuturnya.
Ihwal pembahasan perda minuman beralkohol, Bambang mengaku akan mematuhi aturan pemerintah. Ia juga mendukung upaya deregulasi yang mendukung iklim investasi dan pertumbuhan industri. "Kami senang sekali pemerintah melakukan deregulasi untuk investasi dan iklim usaha yang baik," ujarnya.
Marketing Manager PT MBI Jenny Tumewu menambahkan, beberapa produk minuman non-alkohol gencar diproduksi MBI dalam dua tahun terakhir. Namun itu bukan karena adanya pembatasan atau pelarangan minuman alkohol di banyak daerah. "Karena kami sudah punya merek Bintang non-alkohol sejak 16 tahun lalu," tuturnya.
Selain itu, kata Jenny, perusahaan sudah sekitar 30 tahun memproduksi minuman karbonasi non-alkohol tanpa merek Bintang. Untuk meramaikan persaingan pasar minuman karbonasi non-alkohol dengan rasa buah, dalam dua tahun terakhir MBI mengeluarkan beberapa produk minuman non-alkohol berbahan baku malt (biji gandum) maupun tidak yang dicampur dengan perisa dan konsentrat rasa buah.
"Kami lebih melihat pada peluang mana yang belum dipenuhi kompetitor, yang kami lihat tidak hanya dari yang beralkohol tapi juga dari kategori zero alkohol," ucap Jenny.
ISHOMUDDIN
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini